AMBON, Siwalimanews – Menjelang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon stok bahan pokok terpantau memadai. DPRD Provinsi Maluku meminta agar masyarakat tidak panik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Maluku, Aziz Sangkala saat melakukan sidak di beberapa tempat yang merupakan gudang penyimpanan bahan pokok baik Perum Bulog maupun distributor yang ada di Kota Ambon, Jumat (19/6).

Sangkala mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan hari ini, menunjukan posisi stok bahan pokok yang ada, benar-benar aman dan dapat tercukupi hingga beberapa bulan sehingga masyarakat tidak usah panik.

“Dari hasil pantauan stok bahan pokok benar-benar aman karenanya masyarakat tidak usah panik,” ungkap Sangkala.

Menurutnya, walaupun PSBB sebentar lagi akan diberlakukan oleh pemerintah Kota Ambon namun dengan melihat kondisi pangan yang ada, maka masyarakat tidak usah belanja berlebihan yang dapat memacu peningkatan harga, sebab kebutuhan masyarakat tetap akan dijamin. “Dinas  Perindustrian dan Perdagangan diharapkan terus mengontrol keadaan pasar sehingga tidak terjadi gejolak harga yang berlebihan yang dapat membuat masyarakat menjadi cemas,” ujar Sangkala.

Baca Juga: Sempat Hilang, 2 Warga Kei Kecil Ditemukan

Sementara itu Kadis Perindag Maluku, Elvis Pattiselanno kepada wartawan mengatakan, menjelang PSBB pihaknya telah berkoordinasi dengan Kadisperindag Kota Ambon untuk proses pendistribusian kebutuhan pokok.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Disperindag Kota Ambon agar ketika PSBB diberlakukan bagaimana dengan distribusi kebutuhan pokok. Dari penjelasan Kadis Perindag Kota Ambon, proses distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan seperti biasa dan sementara mempersiapkan surat jalan kepada semua distributor untuk mempermudah distribusi,” jelas Pattiselano.

Akan tetapi Pemprov Maluku telah mengantisipasi kemungkinan tidak tersalurnya bahan pokok dengan membekali surat keterangan dari gustu provinsi untuk distribusi pada lima kabupaten diantaraya Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kepala Bulog Drive Ambon, Muhammad Taufik mengatakan, saat ini stok beras di Bulog sebanyak 2000 ton dapat bertahan selama 9 bulan, gula pasir 314 ton bertahan hingga 3 bulan kedepan, tepung terigu 18 ton dan terus berupaya untuk tetap menjaga stok yang ada jangan sampai habis.

Menurut Sangkala, pihak bulog terus berupaya untuk mendatangkan bahan pokok dari luar agar harga di Kota Ambon tetap stabil terus sehingga masyarakat tidak dirugikan. Salah satu distributor bahan pokok Jhon Tuhuteru kepada wartawan mengatakan pemberlakuan PSBB tidak akan merubah segala sesuatu yang terjadi, karena distribusi tetap berjalan dan yang paling penting angkutan kapal laut jangan sampai stop beroperasi sehingga perdampak pada stok.

Diakui Tuhuteru, saat terjadinya pandemi Covid-19, pendapatan mengalami penurunan 20 sampai 30 persen, namun sampai saat ini karyawan tetap kerja dan tidak ada yang diberhentikan dibandingkan dengan perusahaan lain.

Dalam sidak ini, Sangkala ditemani anggota DPRD lainya Hatta Hehanussa, Edison Sarimanella, Mumin Refra, Samson Atapary, Justina Renyaan dan Kadis Perindag Maluku, Elvis Pattisellano.(Mg-4)