AMBON, Siwalimanews – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Richard Rahakbauw memastikan, semua kerusakan akibat bencana longsor dan banjir bakal ditangani oleh Dinas PUPR bersama Balai Wilayah Sungai.

Penegasan ini disampaikan Rahakbauw usai melakukan on the spot terhadap beberapa lokasi di Kota Ambon yang menjadi titik bencana alam, baik longsor maupun banjir.

“Jadi berdasarkan rapat itu kita putuskan on the spot dan hasilnya semua masalah yang ada akan ditangani baik oleh Dinas maupun oleh Balai dan BPBD Maluku,” ungkap Rahakbauw kepada Siwalimanews di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Kamis (27/5).

Dalam agenda on the spot yang dilakukan di Desa Waiheru, Hutumuri, Kali Wayori dan Komplek Gadihu, Komisi III langsung memutuskan beberapa kebijakan untuk menangani persoalan yang ada bersama Balai Wilayah Sungai, BPBD Maluku dan Dinas PUPR.

Untuk masalah di jembatan di Waiheru, khusus saluran akan dilakukan pekerjaan dengan menurunkan alat berat melakukan pembersihan terhadap sungai, sehingga air dapat mengalir dengan baik.

Baca Juga: Penerapan PPKM di Maluku akan Dikoordinasikan

“Akan tetapi Satker BPJN Kota Ambon Iwan Talaohu telah verjanji untuk tahun depan akan dilakukan perbaikan saluran agar tidak terjadi lagi genangan air di tengah jalan,” ungkapnya.

Sementara bencana longsor di kawasan Gadihu, persoalan ini akan ditangani langsung oleh PUPR Maluku dengan memeperbaiki talud yang rusak akibat curah hujan yang begitu tinggi.

Sedangkan untuk talud penahan air kali Wayori, akan dilakukan koordinasi lanjutan antara Balai Sungai dan BPBD, guna mengatasi masalah tersebut.

“Balai sungai memiliki tanggungjawab untuk membuat bronjong, sedangkan BPBD Maluku akan menurunkan alat berat untuk menormalisasi agar aliran sungai tidak kencang, sehingga saat hujan tinggi tidak menabrak talud yang berpotensi patah di daerah Wayori,” pungkasnya. (S-50)