AMBON, Siwalimanews – Polda Maluku menghimbau kepada kontestasi pilkada di empat kabupaten yang akan menggelar pilkada serentak Desember 2020 mendatang supaya mencegah klaster baru Covid-19.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat mewakili Kapolda, Irjen Baharudin Djafar saat menggelar diskusi duduk “Bacarita Kamtibmas” dengan tema Corona di tengah Pilkada Serentak tahun 2020.

Diskusi ini digelar di Baileo Masjid At’Taqwa Aspol Tantui Polda Maluku, Minggu (20/9).

Seperti biasa, kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Maluku. Pada kesempatan itu, Roem menjelaskan, Provinsi Maluku ada empat kabupaten yang melaksanakan pilkada, Polda Maluku tentunya akan all out dalam pengamanan pilkada teraebut.

“Bapak Kapolda sudah langsung datang ke setiap kabupaten yang melaksanakan pilkda untuk mengecek kesiapan polres-polres dalam melaksanakan pengamanan pilkada ini. Pelaksanaan pilkada pada saat ini dalam kondisi berbeda yaitu dalam keadaan pandemik Covid-19,” kata Roem.

Baca Juga: Sosialisasi Protokol Kesehatan, Brimob Maluku Gelar Patroli

Roem menambahkan, keputusan untuk pelaksanaan pilkada 9 Desember 2020 sudah diambil oleh pemerintah. Polri selalu siap untuk mengawal dan mengamankan pelaksanaannya.

Roem berharap, partisipasi dari semua pihak terutama bagi setiap kontestan untuk tidak mengumpulkan pendukungnya agar tidak menjadi klaster baru.

“Mari secara bersama-sama dengan niat baik sehingga pelaksanaannya akan menjadi baik. Kita sama-sama berdoa untuk pilkada nanti pelaksanaannya tidak hanya aman dan damai, tetapi juga pilkada yang sehat. Pilkada yang sehat pelaksanaannya dan sehat masyarakatnya,” harap Roem.

Untuk diketahui, mengawali diskusi, politisi partai Nasdem, Abdulah, mengatakan, keputusan pilkada tetap dijalankan di tengah pandemi Covid-19, merupakan keputusan yang paradoks. Di satu sisi melarang masyarakat untuk berkumpul, di sisi lain pemerintah tetap menyelenggarakan pemilihan.

“Ini menimbulkan hal-hal yang tidak bisa dihindari karena para paslon akan mencari suara dan itu akan mengumpulkan masyarakat,” ujar Abdullah.

Hal lain disampaikan, Syarif, perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan, dimana dirinya mengakui semua stake holder sudah luar biasa dalam sosiali­sasi pencegahan Covid-19 ini.

“Sekarang bagaimana kita memperkecil resiko yang menjadi tugas kita bersama,” tandas Syarief.

Menanggapi apa yang disampaikan para narasumber, Direktur Binmas Polda Maluku Kombes Andy Ervin, berharap pilkada 2020 ini berlangsung dengan aman, ini berkaitan dengan hak dan kewajiban setiap warga negara. Hal ini sudah diantisipasi dengan pembatasan rangkaian kegiatan pilkada.

“Polri dalam hal ini sudah ada SOP yang dipegang oleh personil di tiap-tiap TPS dan diharapkan bisa dilaksanakan dan bersinergi dengan penyelenggara. Dan pada saat ini juga polri bersama pemda dan instansi terkait sudah melak­sanakan ops yustisi,” jelas Erwin.

Ia mengharapkan, nantinya pada saat pelaksanaan pilkada situasi covid ini sudah semakin menurun. Dan dalam pelaksanan ops yustisi ini akan dilakukan penindakan kepada semua pelanggar protokol kesehatan.

“Dalam pelaksanan pilkada serentak ini yang dapat kita simpulkan dan kita tekankan adalah semua melaksanakan tugasnya secara profesional. Selain itu bersama-sama bersinergi dan berkomitmen pilkada tertib, aman, damai dan sehat. Partisipasi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama untuk dapat Sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan protokol kesehatan yang harus di lakukan sehingga kesadaran masyarakat akan meningkat,” harapnya (S-32).