NAMLEA, Siwalimanews – Uniqbu Fair ke III 2022 yang digelar di Auditorium AR Tukuboya, Kampus Uniqbu, Namlea, Kabupaten Buru, Selasa (29/3) menampilkan banyak hasil karya dari mahasiswa.

Hasil karya yang menonjol adalah pembuatan briket untuk bahan bakar kompor dan olahan kecap dari bahan dasar ikan tongkol serta banyak jajanan kuliner berbahan dasar hasil pertanian dan perikanan.

Uniqbu Fair 2022 dibuka oleh Asisten I Pemkab Buru, Masri Bugis itu dipadati pengunjung, terutama dari kalangan mahasiswa yang ingin menyaksikan hasil karya kreatif dari kakak angkatan saat melakukan KKN di pedesaan.

Rektor Uniqbu Muhamad Sehol dalam sambutannya menjelaskan, penting dari inovasi ini adalah mampu menghasilkan sesuatu dari semula mungkin tidak berharga menjadi bernilai.

“Itu adalah sesuatu yang sangat penting,” tegas Sehol.

Baca Juga: Kajati Maluku Launching Rumah Restorative Justice

Sehol mengaku dalam pameran yang dilakukan ini mahasiswa mampu menciptakan tiga jenis briket dari bahan dasar batok kelapa, ada yang berbahan dasar dari batang pohon padi dan ada yang berbahan dasar dari batang pohon jagung.

Ditempat yang sama Ketua Yayasan Muslim Buru, Ismiran Watiheluw menyambut positif hasil kreatif mahasiswa tersebut.

Ia menilai ini bagian dari solusi pengganti kompor berbahan bakar minyak tanah yang kini mulai langkah akibat kebijakan pemerintah mengurangi jatah minyak tanah di Maluku.

Watiheluw juga menjelaskan, salah faktor Uniqbu menjadi kampus swasta terbaik di Maluku karena unggul di bidang penelitian dan karya inovasi.

Keduanya menantang civitas akademika Uniqbu untuk terus berkreasi menghasilkan inovasi-inovasi baru yang ke depan.

“Kami bergarap kalian bisa menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, sehingga kelak alumni tidak selalu terfokus ingin menjadi PNS,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Buru H. Masri Bugis berharap adik semua pada kesempatan yang terbaik ini akan menampilkan produk-produk inovasi.

“Atas nama pemerintah daerah, Masri memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN, dosen pembimbing dan civitas akademik Uniqbu atas pelaksanaan pameran hari ini,” jelas Bugis.

Ia mengaku inovasi ini menjadi suatu hal yang penting dan strategis yang bisa membawa kepada sebuah kemajuan dan bisa membawa pada sebuah perobahan.

Bugis juga mengajak mahasiswa, para dosen dan civitas Uniqbu untuk lebih baik lagi menghasilkan inovasi inovasi baru. Inovasi yang kreatif, inovasi yang solutif, yang bisa mengatasi permasalahan yang ada di Kabupaten Buru.

“Karena inovasi mampu menjawab semua tantangan yang ada,” ujarnya.

Pantauan Siwalima, dalam pameran itu juga terlihat berbagai jenis abon dari bahan baku ikan, mulai dari ikan tuna, ikan tongkol, ikan teri, puri, bahkan dari belut yang ikut dipamer. Semuanya sudah dalam kemasan plastik dan higienis. (S-15)