MASOHI, Siwalimanews –  Dua warga Saparua berdasarkan hasil Rapid Test yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Maluku Tengah tertera positif Covid-19.

Ketua Tim Gugus Maluku Tengah Tuasikal Abua menjelaskan, dua warga Saparua tersebut yakni satu balita merupakan hasil tracking dari pasien kasus 03, sementara satu lainnya adalah  mantan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri (pelaku perjalanan).

Kedua warga Saparua ini, telah ditangani oleh tim gugus sesuai protap awal penanganan dan selanjutnya akan dilaporkan ke Gugus Tugas Provinsi Maluku untuk nantinya ditangani di Rumkital Lantamal IX Halong di Ambon.

“Keduanya sedang kita tangani dan saya sudah perintahkan untuk segera dievakuasi ke Rumkital Halong sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid -19 di Ambon,” Tandas Tuasikal yang juga Bupati Malteng kepada wartawan di Masohi, Rabu (15/4).

Dikatakan, dengan ditemukannya lagi dua warga Saparua positif berdasarkan Rapid Test, maka langkah yang diambil selanjutnya adalah, menutup semua akses keluar masuk dari dan ke Kecamatan Saparua.

Baca Juga: Pontoh: ODP di Maluku Alami Penurunan

“Kita mulai lakukan penelusuran kontak pasien serta menutup akses transportasi dari dan ke Saparua. Pokoknya semua pintu masuk, mulai dari Tulehu, Masohi dan Wailei yang terhubung dengan dermaga ferry Negeri Kulur kita tutup semua,” tandas Tuasikal.

Tuasikal menjamin, kedua pasien ini tidak memiliki kontak sosial lebih banyak, pasalnya keduanya selama ini memang mejalani proses karantina semenjak di Saparua.

“Tentu akan kita telusuri kontak sosial mereka. Namun kami yakini jumlah kontak tidak akan lebih banyak dengan pasien 03 lalu. Setelah ini kami harapkan tidak ada lagi  kasus baru di Saparua sebagaimana yang ada sekarang,” ucapnya

Ditambahkan, sebelumnya juga tiga warga di Kecamatan Saparua ini telah dinyatakan positif berdasarkan hasil PCR dan saat ini, sementara dirawat di Ambon dan kondisi mereka kini mulai membaik.(S-36)