AMBON, Siwalimanews – Pemkot Ambon dinilai menyewakan lapak yang tak layak dipakai kepada para pedagang dengan biaya yang cukup tinggi .

Hal itu terlihat, dimana para pedagang yang akan masuk ke lapak-lapak yang disediakan pemkot di Pasar Apung harus direnovasi ulang lagi oleh pedagang, bahkan biaya tamabahn yang harus dikeluarkan para pedagang untuk merenovasi lapak tersebut mencapai Rp 3-4 juta.

Dari 336 kios atau lapak di Pasar Apung, sebanyak 270 lapak ditempati pedagang pakaian dari gedung putih yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Mardika Lantai I dan II (IPMA).

Budiman salah satu pedagang yang akan tempati Pasar Apung menyesali sikap pemkot, sebab lapak yang diberikan harusnya sudah siap dipakai, namun ternyata mereka harus mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk merenovasi lapak-lapak tersebut.

“Kita harus keluarkan biaya Rp 3-4 juta untuk renovasi, belum lagi ditambah biaya sewa lapak mencapai Rp 10 juta,” ungkapnya

Baca Juga: Pangdam Instruksikan Pengetatan PPKM

Pedagang lainnya Neti juga mengeluhkan hal yang sama, dimana  dengan biaya renovasi yang cukup besar terpaksa harus mereka keluarkan. Dengan demikian, hingga saat ini belum ada pendapatan yang mereka peroleh, sebab lapak-lapak yang akan ditempati masih direnovasi.

“Tidak ada pendapatan yang masuk ditambah lagi adanya PPKM mikro diperketat, ya kita tetap merasa dirugikan karena pendapatan tidak masuk,” ucapnya.

Jubaidah pedagang lainnya juga meminta Walikota Ambon untuk dapat meninjau lokasi lapak yang ditempati para pedagang di Pasar Apung. Pasalnya kondisi lingkungannya tidak menyenangkan bahkan menjadi ancaman bagi pedagang.

“Saya harap,pemerintah dalam hal ini Walikota Ambon Richard Louhenapessy dapat secepatnya tinjau lokasi lapak, biar bisa tahu kondisi di lapangan seperti apa,” harapnya. (S-51)