DOBO, Siwalimanews –  Satu warga negara asing asal Prancis ditolak saat turun di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo dari KM Ngapulu di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Selasa (14/4) malam.

Penolakan WNA tersebut bersamaan dengan penolakan terhadap 6 penumpang perempuan asal Makassar yang akang dipekerjakan sebagai pramuria di salah satu karoke di Dobo.

Sekretaris TGPP Kabupaten Aru, Muhamad Djumpa sesaat sebelum KM Ngapulu sandar di dermaga menegaskan penumpang yang tidak memegang KTP Aru dilarang turun.

Penegasan Djumpa ini kemudian ditindak lanjuti oleh Kepala PT. Pelni Cabang Dobo dengan menginformasikan ke kapal agar mereka yang tidak memiliki KTP Aru dilarang turun dan mendapat penjagaan ketat oleh petugas baik di kapal maupun di atas dermaga.

Namun, WNA tersebut tetap turun dan terjadi adu mulut dengan petugas. Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak imigrasi, WNA tersebut memiliki seluruh kelengkapan dokumen.

Baca Juga: Gugus Tugas Semprot Disinfektan di Desa Lektama

Bahkan dirinya memiliki surat keterangqn sehat dari Kota Ambon setelah dirinya di karantina 14 hari, selain itu surat keterangan dari pihak Kesehatan Kota Tual serta surat keterangan dari kepolisian. Namun, tetap saja WNA tersebut ditolak di Dobo.

Dokter yang bertugas di dermaga, menjelaskan usai komunikasi dengan WNA ini bahwa dirinya sudah dinyatakan sehat dan ada surat yang di keluarkan pihak terkait, sehingga dirinya mempertanyakan alasan penolakan tersebut.

Adu mulut sekitar dua jam lebih, akhirnya WNA tersebut kembali dinaikan ke kapal. Sementara keenam penumpang asal Makassar tersebut, sempat diturunkan, namun ketika diketahui buru bagasi, dan dilaporkan ke pihak KP3 kemudian mereka diamankan sejenak dan dikembalikan lagi ke kapal.

“Jumlah penumpang yang turun 227 orang dewasa, 4 bayi dan 3 anak dengan rincian penumpang asal Ambon 75 orang, Makassar 117 orang, Surabaya 23 orang, Jakarta 1 orang, Jogja 4 orang, Banda 5 orang dan Tual 2 orang,” urai salahs atu petugas di Pelabuhan Yos Sudarso yang enggen namanya dipublikasikan.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan thermal scand diketahui ada 27 penumpang dengan suhu tubuhnya 37-37,2 derajat celcius, dan 200 orang dengan suhu tubuh 36-36,6 derajat celcius.

Kepada 27 orang dengan suhu tubuh 37-37,2 derajat celcius diarahkan petugas medis untuk hari ini melakukan pemeriksaan di Puskesmas Dobo, jika tidak, maka petugas kesehatan akan  mendatangi rumah masing-masing.

Arahan petugas medis ini, semuanya di iakan oleh para penumpang ini untuk hari ini, Rabu (15/4) melakukan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Dobo.

“Terpkasa mereka ini semua diarahkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing, sebab Aru tak miliki lolaksi khusus untuk karantina,” ungkapnya. (S-25)