AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon Richard Louhenapessy didampingi Wakil Walikota Sharief Hader menghadiri rapat paripurna masa sidang I tahun sidang III 2021 /2022 dan pembukaan masa sidang II tahun sidang ke III 2021/2022, Selasa(11/1).

Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Elly Toisutta didampingi Wakil Ketua DPRD Rustam Latupono itu berlangsung di ruang sidang utama Baileo Rakyat Belakang Soya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon Zeth Pormes pada kesempatan itu diberikan kesmepatan membacakan rekomendasi DPRD masa persidangan I tahun sidang III 2021 /2021.

“Dengan berakhirnya masa persidangan I tahun sidang III 2021 /2022 ,yang dimulai pada bulan september 2021 sebagai tindak lanjut dari program dan kegiatan DPRD, pimpinan mempunyai tugas untuk menyampaikan laporan kinerja pimpinan DPRD selama masa sidang tahun I s,” ucapnya.

Dikatakan, setiap alat kelengkapan manyampaikan hasil pelaksanaan rencana kerja, sehingga disampaikan beberapa rekomendasi yang harus dilaksanakan pemkot yakni, pertama, pemkot diminta agar segera menfasilitasi proses pelaksanaan pilkades serentak pada bulan Januari tahun 2022.

Baca Juga: Rayakan HUT tak Libatkan Senior, Langkah Mundur PDIP

Kedua, pemkot segera menfasilitasi penyelesaian seluruh sengketa tanah antara masyarakat dalam Lingkungan Kota Ambon dengan pihak TNI serta melibatkan BPN Kota Ambon. Ketiga, pemkot melalui Dinkes dan Gustu tetap bekerja secara maksimal dalam menerapkan prokes ditengah masyarakat guna mencegah varian baru omicron dan memperhatikan keberadaan 22 puskesmas berupa fasilitas kesehatan maupun kesejahtraan para medisnya.

“Untuk rekomendasi keempat, pemkot melalui BPBD segera melakukan validasi data  para korban gempa tahun 2019 dan segera selesaikan sisa hak-hak korban yang berjumlah 2.323 terdiri dari rusak ringan 2.263 dan rusak sedang 39 rumah, serta rusak berat 21 rumah yang sampai dengan saat ini belum juga diselesaikan,” tandas Pormes.

Kelima, pemkot melalui Disnaker segera menyampaikan data secara detail terhadap tingkat pengangguran PHK dan menyampaikan data secara detail akibat dampak Covid 19. Keenam, Pemkot melalui Dinsos segera memastikan dan mengawasi serius terkait validasi data pencairan bantuan pemerintah sampai pada tingkat desa dan memperhatikan status serta keberadaan anak jalanan maupun gepeng serta cara penanggulangan dan penampungannya.

Ketujuh, pemkot diharapkan di tahun 2022 ini senantiasa memperhatikan kebijakan pempus terkait dengan program pemulihan ekonomi nasional, sebagai bagian dalam partisipasi aktif mewujudkan pembangunan nasional.

“Delapan, pemkot diharapkan segera  membayar lahan SDNi 5 dan SD 64, kesembilan, pemkot diminta segera membuat pos terpadu di Pasar Mardika dalam proses revitalisasi pasar,” ujar Pormes.

Uuntuk rekomendasi ke 10, pemkot diminta dapat mengatur sistem pembayaran retribusi sampah rumah tangga, sehingga dapat menghasilkan pendapatan daerah selanjutnya dilakukan revisi terhadap perda persampahan.

Sebelas, pemkot melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan untuk secepatnya menyusun sistem RPH Tawiri agar tidak difungsikan lagi rumah RPH Mardika yang diawali dengan langkah strategis dengan melakukan pertemuan bersama pemdes Tawiri dan tokoh masyarakat dan mengikut sertakan tukang potong hewan.

Selanjutnya, Dinas  perikanan diminta untuk memperhatikan dan memperbaiki serta memfungsikan akses di PPI Eri untuk mendapatkan PAD.

Selain itu pemkot diminta memperhatikan program pemerintah 1001 Air bersih kawasan kumuh dan sanitasi, maka Komisi III mengusulkan kepada Dinas PRKP untuk memperhatikan penyediaan air bersih bagi masyarakat.

“Dinas PUPR diminta melakukan normalisasi sungai yang ada di wilayah kota agar dapat memperkecil resiko bencana pada musim penghujan serta Dishub segera merekayasa lalu lintas guna mengurangi kemacetan mengingat jumlah kendaraan semakin bertambah,” urai Pormes.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy pada kesmepatan itu memberikan apresiasi kepada pimpinan DPRD yang tanpa kenal lelah memberikan komitmen, dedikasi bagi anggotanya.

“Niat baik untuk selesaikan agenda-agenda kerja dalam masa persidangan pertama tahun 2021/2022 sekaligus mempersiapkan diri untuk bekerja dan berkarya di tahun 2022 lebih baik lagi,” ucap Walikota dalam paripurna itu.

Untuk tahun 2021 kata Walikota, Kota Ambon banyak meraih apresiasi lainnya, namun demikian, kota ini masih tetap diperhadapkan dengan berbagai tantangan, yang nantinya menjadi catatan untuk dibenahi di tahun 2022.

Selain itu pemkot juga mencatat sejumlah prestasi membanggakan yang diraih atas kinerja seluruh aparatur pemerintah dan didukung oleh DPRD maupun stakeholder dan masyarakat yang ada di kota ini.

“Apa yang menjadi catatan untuk tahun 2021 kedepannya akan dibenahi pada tahun 2022 untuk jadikan kota ini lebih baik lagi,” janjinya.(S-51)