DOBO, Siwalimanews – Dinas Kesehatan Kabupaten Aru memprotes data Covid yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid Provinsi Maluku.

Pasalnya, data yang dikeluarkan Satgas Pemprov Maluku tidak update sesuai dengan data baru yang disampaikan Dinkes Aru.  Hal ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktivitas warga di Aru.

“Terjadinya kesalahan update data antara Satgas Aru dan provinsi masih terjadi sampai hari ini. Kita sendiri juga jadi bingung dengan data yang dikeluarkan satgas provinsi, karena data yang dikeluarkan itu adalah data yang salah,” ucap Plt Kadis Kesehatan Aru Wati Gunawan kepada Siwalimanews, Rabu (12/8).

Menurutnya, kejadian seperti ini bukan baru pertama kali, namun sudah terjadi berulang kali, tetapi tetap saja tidak ada perubahan.

“Memang data yang dikirim ke provinsi tidak langsung ke Satgas Covid Maluku, namun melalui Dinkes provinsi, baru kemudian Dinkes kirim ke satgas provinsi,” tuturnya.

Baca Juga: ASN Kanwil Kemenkumham Maluku dapat Penghargaan

Lantaran terjadi kesalahan update data terus menerus dari pihak provinsi, maka saat ini, Dinkes Aru sementara melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi, terutama dengan petugas yang menerima maupun yang melanjutkan data ke Satgas Covid Maluku.

Untuk data update hari ini, kasus aktif 39 orang, isolasi mandiri 38 orang, dalam perawatan 1 orang, kemudian 21 orang meninggal, 1.144 orang sembuh, sehingga total keseluruhan kasus 1.202 orang.

“Akibat tidak ada perubahan data Covid-19 Aru di tingkat provinsi sangat berdampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas warga disini,” ujarnya.

Untuk itu kata Gunawan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinkes Maluku, terkait dengan perbedaan data yang sangat jauh saat di rilis satgas provinsi.

Ia mencontohkan data Satgas Aru pada 10 Agustus kemarin, pasien yang terkonfirmasi positif berjumlah 38 orang, namun muncul rilis Satgas provinsi Aru terkonfirmasi positif berjumlah 86 orang.

“Ini data dari mana? Hal inilah yang buat kita bingung, karena sampai hari ini status kita tidak berubah,” sesalnya. (S-25)