PIRU, Siwalimanews – Bupati Seram Bagian Barat Moh Yasin Payapo minta kepada setiap kepala seklolah untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Saka Mese Nusa.

Permintaan itu disampaikan bupati saat melantik 8 kepala sekolah serta penyerahan 11 SK Plt kepala sekolah pada jenjang SMP dan SD yang berlangsung di aula Pendopo Bupati, Jumat (28/8).

Dalam arahannya mengatakan, berdasarkan peraturan pemerintah No: l9 Tahun 2017, beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Kepsek juga tidak dibebani tugas pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan guru pada sekolah, hal tersebut kiranya dijadikan motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

“Untuk itu kinerja saudara akan dievaluasi setiap tahunnya dan hasil penilaian kinerja tersebut menjadi bahan pemberhentian penugasan maupun perpanjangan masa tugas saudara-saudara,” ujar bupati.

Baca Juga: Kapolda Lihat Proses Pemulasaran Jenazah Covid di RSUD Haulussy

Menurutnya, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai.

“Oleh karena itu, kepada para kepsek yang dilantik dan belum, saya tegaskan bahwa hal yang pertama yang perlu saudara lakukan, adalah memahami fungsi dan tanggungjawab pada jabatan yang dipercayakan kepada saudara,” pintanya.

Selain pemahaman akan tugas kata bupati, disiplin juga memiliki kedudukan yang panting dalam keberhasilan kerja, sehingga diyakini apabila kondisi ini telah terbentuk dan terpatri dalam sanubari para kepsek, maka dimanapun ditempatkan tetap akan dapat berperan dengan baik.

“Seberat apapun tugas yang dibebankan pada saudara, semoga dapat diselesaikan dengan baik pula. Disinilah letak hakiki dari pengabdian kita sebagaI ASN dan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ucapnya.

Bupati mengaku, pemda tetap akan berupaya memberikan alokasi dana yang signiflkan, dan tetap berkomitmen terhadap dunia pendidikan sebagai suatu keseriusan dan keharusan dalam penciptaan SDM yang handal bagi masa depan bangsa lewat upaya penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, pemerataan distribusi tenaga guru sesuai rasio kebutuhan, dan penindakan disiplin kepada guru yang bandel dan tidak mau melaksanakan tugas sesuai SK pengangkatan serta kegiatan positif lainnya.

“Saya tegaskan, ada sebagian guru di SBB yang belum mengajar dengan betul dalam disiplin berdasrakan kondisi faktual, serta juga ada sebagian kepsek yang royal dalam kepemimpinan. Sebab dalam mengelola atau mendapatkan dana BOS biasanya meninggalkan sekolah dan ada juga kepsek tidak berada di tempat tugasnya di desa atau dusun. Jika ada yang seperti itu saya tidak segan-segan untuk non aktifkan dan digantikan dengan yang lain,” tegasnya. (S-48)