DOBO, Siwalimanews – Bentrok antara desa kembali terjadi di Kabupaten Kepulau­an Aru, kali ini bentrok antar Desa Kalar-Kalar dan Desa Ka­balukin, Kecamatan Aru Selatan.

Bentrok yang terjadi, Kamis (5/10) sekitar pukul 17.34 WIT di Jalan Ali Moertopo meng­akibatkan satu warga Desa Kalar-Kalar tewas terkena anak panah disamping mu­lutnya.

Masa kedua desa saling serang dengan batu maupun busur panah, namun bentrok ini sempat dihalau aparat gabungan Polres Aru, Brimob dan koramil 1503-03 Dobo.

Kapolres Aru, AKBP Dwi Bachtiar Rivai ketika dikon­fir­masi Siwalima membenarkan bentrok antara dua tersebut.

Menurut Kapolres, bentrok tersebut bisa disebut sporadis karena berlangsung sangat cepat dan menyebabkan sa­lah satu warga desa mening­gal.

Baca Juga: Daniel Nirahua Pimpin Peradi SAI Ambon

Kata Kapolda, bentrok tersebut merambat dengan cepat sampai ke Kota Dobo dan terjadi saling serang dengan mengguna­kan busur panah maupun senjata tajam sehingga ada yang terluka.

Kata Kapolres, aparat gabungan TNI dan Polri sudah langsung ke TKP mengamankan dua desa bentrok tersebut.

“Kondisi saat ini berangsur-angsur kondusif setelah anggota polres di bantu oleh Brimob dan Koramil 1503-03 Dobo mengamankan dua desa itu,” ujarnya.

Ketika ditanyakan siapa nama korban atau inisialnya, Kapolres mengaku belum mengetahuinya.

Akibat kejadian sporadis ini, lanjut Kapolres, sejumlah pemuda dari kedua desa diamankan. Untuk itu warga/pemuda dari Desa Kalar-Kalar diamankan di polres, sementara untuk warga/pemuda dari Desa Kabalukin diamankan di Polsek Dobo.

“Kita berharap kondisi ini dapat terselesaikan dengan damai, sehingga warga kedua desa juga dapat beraktivitas dengan rasa aman, anak sekolah dan orang bekerja dengan aman,” harapnya.

Untuk korban luka panah di Kota Dobo, tambahnya saat ini sementara menjalani perawatan di RSUD Cenderawasih Dobo.

“Korban yang luka kena anak panah dirawat di RSUD Cendrawasih Dobo,” ujarnya. (S-11)