AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Rabu (1/7) meninjau sejumlah lokasi longsor dan rawan banjir di Kota Ambon.

Lokasi bencana yang dikunjungi walikota tersebut diantaranya di Desa Hunuth, Hutumuri dan di kawasan Skip, Kelurahan Batu Meja. Dalam kunjungan itu, walikota didampingi Kadis PU Enrico Matitaputty, Kepala BPBD Demy Paays, dan Kasatpol PP Josias Loppies.

Walikota kepada wartawan disela-sela kunjungan itu mengatakan, ada beberapa titik di Kota Ambon yang mengalami bencana longsor, diantaranya Hunut dan Hutumuri yang nyaris mengakibatkan terputusnya jalan serta di Skip dan beberapa lokasi lain.

“Longsoran yang terjadi memang tidak terlalu besar, tapi kalau tidak ditangani cepat, itu bisa berkembang,” ujar walikota.

Ia mengungkapkan, pihaknya turun melihat dampak dari bencana ini kemudian akan mengambil langkah-langkah yang antisipasi seperti di Hunuth yang merupakan jalan provinsi.

Baca Juga: Pemilik Objek Wisata Masnana Beach Berbagi dengan Masyarakat

“Untuk jalan provinsi, saya akan menyurati dengan melampirkan data yang ada supaya bisa juga berikan perhatian termasuk jalan di Hutumuri,” jelasnya.

Menurutnya, pemkot telah mengambil langkah dengan membuka jalur air di Hutumuri, karena ditakutkan, lokasi tersebut akan menciptkan bendungan baru yang mengakibatkan akan berdampak pada 30-40 rumah warga.

“Kita sudah buka jalur air, karena itu berbahaya sekali kalau tidak ditangani, bisa tercipta bendungan baru, dan bisa pecah dan itu berdampak kepada kurang lebih 30-40 keluarga dibawahnya,” ungkap walikota.

Sementara untuk di kawasan Skip, jika dibangun talud dengan anggaran yang diperkirakan Rp 2-3 miliar, jumlah anggarannya besar bila dibandingkan merelokasi 3 kepala keluarga dari kawasan itu.

Disisi lain, pembangunan yang dilakukan di kawasan itu juga tak mengantongi ijin, sehingga rasionalnya mereka ini di relokasi ke Halong. Untuk lokasi longsoran lainnya, jika membutuhkan anggaran besar, maka pemkot akan minta bantuan pihak lain.

“Kalau yang kecil akan dianggarkan lewat APBD, namun jika anggarannya besar, kita akan minta bantuan pihak lain,” tandasnya. (Mg-5)