AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menyebut DNA orang Ambon adalah musik.

“Saya mengajak semua warga untuk menunjukan bahwa memang orang Ambon itu DNA-nya musik. Musik bahkan menjadi  bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon,” tegas walikota disela-sela pembukaan Rakernas XVI APEKSI di Kota Makassar, Rabu (12/7).

Untuk itu di Kota Ambon saat ini, pe­me­rintah sementara berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis musik.

“UMKM muncul tapi di situ ada musik. Pariwisata muncul, di situ ada musik. Itulah ekonomi kreatif atau kota kreatif berbasis musik,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dijadikan branding itu, tidak gampang, tetapi minimal, hari ini, di Ambon, sudah hampir 6000 anak yang bisa bermain jukulele. Guna mendukung Ambon kota musik, pemkot juga telah membangun spot-spot musik, agar ketika ada kunjungan dari wisatawan, baik lokal maupun manca­negara, Ambon benar-benar dikenal sebagai kota musik.

Baca Juga: Pemkot Ambon Hentikan Dua Bangunan tak Berizin

“Orang akan katakan, oh benar ini Ambon City music. Apalagi didukung dengan kegiatan yang dibuat tiap bulan, yaitu harmoni sudut kota,” ungkapnya.

Tidak hanya itu kurikulum musik juga telah diterapkan pada 10 sekolah. Lanjutnya itu bagian yang sementara diupayakan untuk mendudukkan dasar-dasar Ambon City of Music.

“Ini merupakan indikator untuk tetap mempertahankan Ambon City of music. Saya rasa selama kita bisa memperta­hankan,” tandasnya.

Gala Dinner

Sehari sebelum pembukaan Rakernas XVI APEKSI, walikota didampingi istri juga mengikuti dalam dinner bersama delegasi dari 85 kota di kawasan Indonesia Timur.

Gala dinner yang berlangsung di Pantai Losari, Makassar dibuka oleh Walikota Makassar Muhammad Ramadhan Po­manto didampingi Wakil Walikota Ma­kassar, Fatmawati Rusdi menyampaikan selamat datang bagi seluruh peserta.

“Sebagai tuan rumah, hari ini Makassar kedatangan 85 walikota atau wakil walikota. Itu adalah sebuah kebanggan bagi pihaknya selaku pimpinan di Kota Makassar,” ungkap Pomanto. (S-25)