DOBO, Siwalimanews – Bermodal cinta, Dwi Prihandini atau lebih dikenal dengan sapaan Dini menebar cinta kasihnya untuk membatu sesama khususnya penyandang disabilitas di Kabupaten Kepulauan Aru.

Sosok seorang Dini menebar cinta dan kasihnya dalam berbagi dan membantu sesama ketika suami tercintanya, Clerry Cleffy Mailuhu meninggal dunia dan dirinya belum banyak membahagiakannya kemudian berjanji untuk membuat suaminya tersenyum dengan membuat sesuatu terbaik bagi Maluku.

Dalam perbincangan dengan Dini, dirinya awal ke Maluku hanya untuk menyenangkan diri di tanah asal suaminya, namun dalam perjalanannya, dirinya menemui begitu anak penyandang disabilitas yang sama sekali tidak mendapat perhatian dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan lainnya.

Kondisi tersebut, memutuskan diri untuk mendirikan Clerry Cleffy Institute 27 Januari 2016.

Berdirinya Clerry Cleffy Institute, kemudian dirinya mulai menjalankan misinya guna membantu anak penyandang disabilitas di Maluku.

Baca Juga: Latuheru Klaim Covid tak Menjadikan Masyarakat Mati Lapar

“Untuk kepulauan Aru sendiri, pertama kali Saya menginjakan kaki pada tahun 2017 dan mencari tahu para anak penyandang disabilitas, kemudian salah satu tukang ojek membawa saya ke salah satu keluarga, yakni Keluarga Frengky Lepuy dimana salah satu anaknya lumpuh, saat itulah saya berikan satu buah kursi roda,” tuturnya.

Ketika hendak balik, Jems Lepuy salah satu anak dari Frangky Lepuy menanyakan apakah kedepannya tidak ada lagi bantuan bagi adik-adiknya di Aru yang mengalami hal yang sama.

“Dengan spontan, saya mengatakan, kamu (Jems red-) data saja, kirim ke saya dan saya janji akan kembali,” ujarnya.

Hingga kini, sudah 7 kali dirinya berkunjung  ke Aru dan telah menebar cinta dan kasih sayang guna membantu anak penyandang disabilitas kurang lebih 200 anak yang sudah dibantu.

Kata dia, bantuan Clerry Cleffy Institute kepada anak penyandang disabilitas di Aru dan Maluku secara umum berasal dari dana pribadi sendiri, karena Clerry Cleffy Institute tidak membuka nomor rekening atau menerima donasi dari manapun, baik pemerintah maupun swasta dalam maupun luar negeri.

“Semua ini berasal dari milik pribadi saya sendiri, karena begitu besar cinta saya buat suami (alam) dan Maluku tanah kelahiran/tanah asalnya dan dalam perjalanan selama ini, sudah pasti banyak tantangan yang dihadapi, baik dari pandangan miring karena kepentingan politik, pemerintahan dan lain sebagainya, namun semuanya itu saya lalui dengan tegar karena cinta saya selama ini,” tuturnya. (S-25)