AMBON, Siwalimanews – Pencarian terhadap Lamuda Masiri, nelayan asal  Desa Tihu, Kabupaten Seram Bagian Barat yang hilang setelah terjatuh dari perahu katinting tak kunjung ditemukan.

Dalam operasi SAR yang dilakukan, Rabu (4/1) keberadaan korban belum juga diketahui, alhasil Tim SAR gabungan akhirnya menyudahi pencarian dan menutut operasi tersebut.

“Upaya pencarian terus dilakukan Tim SAR Gabungan sejauh 20 Nm, namun hingga sore hari Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Kepala Kantor SAR Ambon Mustari kepada wartawan, Kamis (5/1).

Sehubungan dengan operasi SAR memasuki hari kelima dan tidak ada tanda tanda keberadaan korban serta hasil evaluasi bersama dengan pihak keluarga dan unsur potensi SAR kata Mustari, maka operasi SAR resmi ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan.

Tidak menutup kemungkinan juga, operasi SAR akan kembali dibuka ketika nanti ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.

Baca Juga: Pemkot tak Pernah Tarik Retribusi Sampah di Pasar Mardika

“Kedepan jika terdapat laporan terhadap keberadaan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali,” ujar Mustari.

Untuk diketahui, Lamuda Masirk diketahui berlayar dengan perahu katinting, pada Jumat (30/12). Dirinya diduga terjatuh dari perahu setelah dihantam gelombang besar yang menimpa perairan tersebut.

Tim SAR gabungan yang mendapat informasi mulai melakukan pencarian pada, Minggu (1/1) namun hingga Selasa (3/1) dan Kamis (5/1) keberadaan korban belum juga ditemukan.(S-10)