AMBON, Siwalimanews – Walaupun sempat hujan gerimis, namun upacara memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-77, yang berlangsung di lapangan merdeka tetap berjalan dengan khidmat.

Bertindak sebagai inspektur upa­cara Gubernur Maluku Murad Ismail, sedangkan komandan upacara, Ko­mandan Batalyon A Pelpor Brimob Polda Maluku, AKBP Denny San­dera.

Sementara pengibaran bendera merah putih oleh paskibraka ber­jumlah 10 orang, dipimpin Koman­dan Letu Inf Agung Dwi Prabowo yang merupakan lulusan akademi militer tahun 2001, kini menjabat Pasi Ops Yonif Raider 733/Masariku

Pembawa Bendera Merah Putih Shelma Mahmud Kalisa dari SMA Negeri 13 Ambon, pengibar bendera Ronaldo Ngarbingan (SMK Siwa­lima), Ardiansyah Pacina (SMA 1 Buru) dan Yufron Tuarita (SMA Negeri 11 Ambon).

Turut hadir dalam upacara HUT RI ke-77, forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Malu­ku, Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, anggota DPRD Provinsi Maluku dan kota, serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon.

Baca Juga: 979 Napi di Maluku Diusulkan Terima Remisi 17 Agustus

Dalam upacara proklamasi juga diserahkan Surat Keputusan Men­teri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pemberian remisi kepada narapida Lapas Klas II Ambon, Lapas Perempuan maupun lapas anak.

Gubernur Murad saat ditanya wartawan terkait pesan dan harapan bagi Maluku HUT RI ke-77, enggan memberikan keterangan apapun.

“Tidak ada wawancara,” ucap gubernur.

Perbaiki Kota

Terpisah, Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengata­kan,  berkaitan dengan tema dalam ra­ngka memperingati HUT Prokla­masi ke 77 Tahun ini, “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”, ini ber­kaitan dengan daerah-daerah yang terus berupaya pulih dari Covid-19.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan berbagai tantangan yang dihadapi sebagai Warga Negera Indonesia, bagaimana terus berupaya melaku­kan berbagai hal untuk keluar dari tantangan-tantangan yang dihadapi kota saat ini.

“Namun demikian, dibalik kema­juan yang kita alami, ada banyak tantangan yang harus diperbaiki. Tema HUT RI kali ini diartikan, bagaimana kita lihat berbagai hal yang masih kurang, untuk diperbaiki bersama. Dan karena itu dalam momen ini, saya mau sampaikan, kalau kita lebih bijak untuk memaknai kondisi kota ini, maka hari ini kita ada dalam konsep yang sama, yaitu untuk memperbaiki kota ini,” tandas Wattimena dalam sambutannya pada upacara detik-detik Proklamasi 17 Agustus  di Lapangan Upacara Balai Kota, Rabu (17/8).

Dalam kesempatan itu, penjabat memberikan apresiasi bagi para pemimpin-pemimpin kota ini terdahulu, terutama mantan Wali­kota Ambon, Richard Louhenapessy dan wakil, Syarif Hadler.

Wattimena mengatakan, terlepas dari apapun itu, para pemimpin-pe­mimpin sebelumnya, termasuk Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler telah membuat kota ini lebih baik.

“Dengan kondisi dan situasi Ambon saat ini, namun kita bisa menikmati situasi yang lebih baik. Yang mana kondisi ini tidak terlepas dari kontribusi pemimpin-pemimpin kita terdahulu, dan kita patut memberikan apresiasi itu. Termasuk untuk mantan Walikota Ambon, bapak Ris dan pak Syarif, yang telah memberikan yang terbaik bagi kota ini, untuk kita bisa menikmati saat ini,” tutur Wattimena.

Dijelaskan, 11 kebijakan prioritas yang adalah bagian dari upaya un­tuk memperbiki berbagai kekura­ngan di kota ini, tambah Wattimena, dalam hal ini, Pemkot tidak bisa sen­diri, butuh kerjasama semua pihak, termasuk itu DPRD Kota Ambon.

“Dan dalam rangka melakukan perbaikan itu, maka saya tidak akan kompromi dengan hal-hal yang salah. Kita patut bersyukur karena kita tinggal di kota ini,” tegasnya.(S-20/S-25)