DOBO, Siwalimanews – Setelah berhasil diselematkan oleh Tim SAR, setelah KM Sandoro Tenggelam, kini 8 ABK kapal naas tersebut telah tiba di Kota Dobo, Sabtu (6/2).

“8 ABK KM Sandoro yang tenggelam, telah kami evakuasi ke Kota Dobo tadi pagi dengan menggunakan speed boat patroli milik BPBD Aru,” ungkap Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Aru, Reinhard Loppies, kepada Siwalimanews, melalui telepon selulernya.

Dijelaskan, sebelum para ABK ini dievakuasi ke Dobo, mereka terlebih dulu berlindung di Desa Samang, karena Tim SAR tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Dobo, akibat cuaca yang buruk.

“Jadi kemarin itu tim SAR sampai di lokasi kejadian pukul 18.34 WIT dan kapal mereka sudah tenggelam, namun para korban ini berhasil dievakuasi pada pukul 18.54 WIT.  Karena sudah malam saat itu, tim tidak bisa langsung balik ke Dobo. Selain itu, ombak disertai angin kencang sehingga mereka bermalam di Desa Samang. Paginya, tim bersama korban langsung ke Dobo dan Puji Tuhan, semua tiba di Dobo dengan selamat,” ucap Loppies.

Ditambahkan, dari 8 ABK KM Sandoro yang selamat ini, satu diantaranya mengalami luka ringan pada bagian kepala dan telah ditangani oleh tim medis SAR.  KM Sandoro berangkat dari desa Jambu Air pukul 09.00 WIT, dengan tujuan Pelabuhan Dobo, namun di tengah perjalanan kapal mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Wasir.

Baca Juga: Kepribadian Personel Brimob Dibina Lewat Binrohtal

“Setelah mendapat informasi tersebut, Pukul 14.40 WIT Tim Rescue Unit Siaga SAR Aru beserta unsur potensi SAR dikerahkan menuju lokasi guna melaksanakan operasi pencarian,” ujar Loppies.

Lokasi pencarian kata Loppies, berada pada koordinat duga 05º35.575’ S – 134º9.439’ E, jarak ±11 NM, Heading 333º arah barat laut dari dermaga Pelabuhan Dobo. Saat pencarian cuaca dalam kondisi hujan ringan, disertai angin yang bertiup dari arah barat ke barat laut dengan kecepatan 8-30 knot serta tinggi gelombang 2,5 – 4.0 M.

Pada proses pencarian ini, unsur SAR yang terlibat yakni Tim Rescue Unit Siaga SAR Kepulauan Aru , Polairud, Polsek KPPP dan pihak BPBD Aru. Untuk itu,

“Dengan ditemukannya kapal naas ini, maka operasi pencarian dinyatakan ditutup dan kepada semua unsur SAR di  Aru yang terlibat dalam operasi inis aya ucapkan banyak terimakasih atas kerjasamanya,” ucap Loppies. (S-25)