AMBON, Siwalimanews – Selama pandemi Covid-19 melanda, Perpustakaan Maluku membatasi pengunjung dan hanya difokuskan bagi para peneliti.

Kebijakan pembatasan pengunjung ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 pada klaster perpustakaan, sehingga hanya difokuskan pada para peneliti yang hendak melakukan penelitian.

“Kita sekarang hanya fokus pada pengunjung yang mau menyusun skripsi atau yang mau melakukan penelitian. Kalau yang mau membaca secara umum, sekarang kami belum buka,” ungkap Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku Danny Indey, kepada Siwalimanews di ruang kerjannya, Selasa (25/5).

Akibat dari kebijakan pembatasan ini kata Indey, minat para pembaca memang mengalami penurunan, kendati sebenarnya antusiasme masyarakat cukup tinggi.

Bagi para pembaca selain peneliti yang hendak membaca buku di perpustakaan namun dibatasi, dapat membaca buku melalui aplikasi i Maluku yang hadir pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga: Komisi III: Banyak Jukir Kritisi Kenaikan Retribusi Parkir

“Aplikasi i Maluku merupakan aplikasi digital berisikan buku-buku digital yang bisa diakses oleh masyarakat, terutama mahasiswa dengan cara download di playstore,” tegasnya.

Ia berharap, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini, sebab sangat membantu, selain itu juga dapat terhindar dari kontak langsung yang mengancam masyarakat.(S-50)