AMBON, Siwalimanews- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ambon, Ferinanda Louhenapessy mengungkapakan di tahun 2021 ini, pemasukan terbesar bagi dinasnya adalah sektor perdagangan dan jasa.

“Perdagangan jasa saja tumbuh 80 persen dan disitu juga dia menunjang sektor pariwisata. Ada simbiosis mutualisme disitu.  Pokoknya sektor perdagangan jasa ini menunjang sektor-sektor yang lain,” tutur Louhenapessy kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (9/4).

Louhenapessy menuturkan, antaran sumber daya alam yang kurang maka dapat dipastikan income Kota Ambon.

“Kita punya karakteristik daerah ini sumber daya alam itu kan kurang. Kita Ibukota provinsi jadi kita lebih dominasi untuk disektor perdagangan jasa, pariwisata, perikanan itu juga daerah transit,” sambungnya.

Dirinya menambahkan pihaknya akan terus mempermudah perijinan. Sebab itu aturan yng mengatur sudah sangat jelas, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mempersulit.

Baca Juga: Korban Kebakaran Ongkoliong Tagih Janji Pemkot

“Yah iya. Selama investasi itu dia mau jalan kita pemerintah daerah sampai pusat tidak punya hak melarang. Karena peraturan berbunyi itu kita harus memudahkan kehadiran satu investor didaerah,” jelasnya.

Disinggung apakah pemasukan terbesar dihasilan dari banyaknya retail modern yang bertebaran di Kota Ambon dirinya membenarkan hal itu.

“Semua. Dia kan perdagangan jasa. Sebab mereka juga termasuk memberi income bagi pemkot. Dia kan bayar pajak, retribusi,  pengurusan izin-izin dia bayar retribusi kepada daerah. Didalam 80 persen sektor perdagangan jasa itu termasuk toko-toko modern,” tambah Louhenapessy.

Dengan besarnya pemasukan yang di sumbangkan dari sektor perdagangan dan jasa berapa besar pendapatan yang di dapat dinas tahun ini, ia mengaku sebesar 5 triliun.

“Untuk triwulan pertama berapa income dari perijinan usaha dan investasi, saya belum bisa menje­las­kan karena laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) kita se­mentara disusun. Tapi targetnya, me­lihat capaian tahun lalu tetap diatas Rp 5 triliun,” bebernya.  (S-52)