AMBON, Siwalimanews – Sampah menggungung di pesisir pantai Desa Passo menjadi perhatian serius. Membersihkan sampah mengunung tersebut melibatkan 9 cabang dan 68 ranting AMGPM Pulau Ambon Timur dan sejumlah pihak, seperti LSM Moluccas Coastal Care, warga Passo, TNI-Polri, dan ratusan siswa tingkat SD, SMP, SMA yang berlokasi di Kecamatan Baguala, Klasis Pulau Ambon Timur.

Ketua Klasis Pulau Ambon Timur, pendeta O Ririmasse dalam sambutannya sekaligus membuka aksi bersih pantai yang berlangsung di Passo pantai, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Sabtu (17/9) mengatakan, bahwa alam ini adalah sakramentum Allah, oleh karena itu, harus dijaga dan merawatnya untuk kepentingan bersama.

“Kegiatan kita hari ini bersih lingkungan pantai adalah bagian dari panggilan iman, bukan sekedar kita menampilkan program dan kerja-kerja kita, tapi ini adalah komitmen gereja untuk melihat alam ini sebagai sakramentum Allah,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak dalam melihat alam ini sebagai bagian penting, tidak hanya sekedar menunjukan kepada publik soal aksi dimaksud.

“Saya berharap, aksi ini bagian bahwa kita peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari iman,” harapnya.

Baca Juga: Tiga Komisioner Bawaslu Maluku Ditetapkan

Selain aksi ini, tambahnya, klasis juga akan melaksanakan aksi penanaman pohon di daerah pegunungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Alfredo Jansen Hehamahua memberikan apresiasi terhadap semua yang terlibat dalam aksi yang dilakukan.

Masalah terbesar yang dihadapi Pemerintah Kota Ambon saat ini, salah satunya adalah terkait pengelolaan sampah dan lingkungan. Pemkot tentu tidak bisa bekerja sendiri, karena terbatas dalam berbagai hal,” ujarnya.

Inti dari aksi ini lanjunya adalah bagian dari komitmen untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk proklamasi iman.

“Artinya bahwa, mari kita tunjukan bahwa kita adalah orang-orang yang beriman yang mampuh menjaga alam ciptaan Tuhan. Muda-mudahan, apa yang kita buat ini tidak berhenti disini, tapi akan terus berlanjut demi sebuah kehidupan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengurus LSM Moluccas Coastal Care, Tere menambahkan tahun 2019 lalu, pihaknya telah melakukan aksi yang sama dan 16 ton sampah plastik berhasil diangkut dari pesisir pantai Passo.

“MCC tidak menginginkan, sampah-sampah yang terdampar di pesisir pantai Passo itu, akan kembali ke laut, saat musim barat nanti, ungkapnya.

Diketahui, sampah-sampah plastik yang dipungut itu, selanjutnya akan diangkut pihak DLHP Kota Ambon, untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir di Toisapu. (S-25)