AMBON, Siwalimanews – 1.125 jamaah calon haji asal Maluku tahun 1444 hijriyah/2023 masehi secara resmi dilepas oleh Gubernur Maluku Murad Ismail didampingi Kakanwil Kementerian Agama Maluku H Yamin di kompleks Asrama Haji Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Selasa (13/6).

Kakanwil Kemenag Maluku H Yamin sesaat sebelum pelepasan JCH Maluku menjelaskan, penyelenggaraan haji tahun 2023 menggunakan taglain Haji Ramah Lansia yang di tetapkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dimana sebagian besar JCH Indonesia tahun 2020-2022 rata-rata lansia mencapai 31 persen kuota nasional.

Sedangkan untuk JCH asal Maluku jumlah lansia sebanyak 35 persen dari total JCH jemaah haji 1.125 orang yang berasal dari 11 kabupaten/kota.

“JCH lansia asal Maluku sebanyak 35 persen dari kuota artinya kedepan pembinaan dan pelayanan haji akan ditingkatkan sesuaikan dengan tagline yang berbasis ramah lansia,” ungkap Yamin.

JCH asal Maluku tergabung dalam tiga kloter yang akan diberangkatkan dengan maskapai Lion Air, dimana untuk JCH asal Kota Ambon akan diberangkatkan pada 15 Juni, sedangkan jemaah dari daerah lain akan diberangkatkan pada 16 Juni.

Baca Juga: Agustus, Pesiar Foundation akan Gelar Festival Ekonomi Kreatif

Selanjutnya, JCH asal Maluku akan diberangkatkan ke Jeddah Arab Saudi pada 16-17 Juni dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways yang direncanakan akan kembali ke tanah air pada 29 Juli.

“Berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor: 189 tahun 2023 kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 221.000 orang dan Maluku mendapatkan 1.086, namun sesuai keputusan Menag Nomor 467 tahun 2023, maka terjadi penambahan kuota sebanyak 57 jamaah, sehingga seluruh jamaah tahun ini diiberangkatkan,” ujar Yamin.

Ia merincikan, kuota JCH untuk Kota Ambon sebanyak 314 orang, Malteng 141 orang, Malra 50, SBB 114, Buru 103, SBT 111, Aru 51, Tanimbar 11, Kota Tual 100, Bursel 43, MBD 8 ditambah petugas haji 4 dan kuota tambahan 75 orang.

Dengan bertambahnya kuota haji bagi Maluku, maka daftar tunggu tercatat rata-rata mencapai 30 tahun untuk kota Ambon sementara daerah lain menjadi 20 tahun keatas.

Terkait dengan JCH yang meninggal sebelum diberangkatkan, Yamin memastikan pihaknya sedang berupaya agar ahli waris dapat menggantikan untuk menunaikan ibadah haji.

“Saya berharap dengan semua dukungan yang diberikan penyelenggaraan haji 1444 Hijriyah dapat berjalan dengan baik,” harap Yamin.

Sementara itu Gubernur Maluku Murad Ismail berharap, pelaksanaan haji berjalan dengan baik dan semua JCH kembali ke tanah air dengan selamat.(S-20)