AMBON, Siwalimanews – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengaku, proses rekrutmen anggota saat ini langsung ditangani para Kepala Staf, baik AD, AU maupun AL.

Namun menurut Panglima, saat dirinya menjabat sebagai Kasad, ia membijaksanai dengan memberikan kuota tiap provinsi secara Proposional, sesuai dengan kebutuhan dan kekurangan di tiap daerah untuk kembali disesuaikan dengan kebutuhan per kabupaten.

“Rekrutmen ditangani langsung Kasad. Saat saya jadi Kasad, saya berikan kuota provinsi secara proposional, jadi tidak ada ketentuan setiap provinsi harus sama, Kita liat betul, sehingga kita prioritaskan mana yang kurang,” jelas Panglima saat memberikan keterangan persnya usai mamantau vaksinasi massal yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (9/12)

Terkait kuota, Panglima mengaku, secara nasional itu ditentukan oleh  Menteri Pertahanan dan penentuan kuota juga dilihat dari kebutuhan perkuatan.

Untuk itu, agar ada pemerataan anggota sesuai kebutuhan, dilakukan pemetaan dari kodim ke kodim.

Baca Juga: Dinkes Harus Intens Sosialisasi AIDS

“Menhan yang miliki kewenangan untuk menentukan jumlah perkuatan yang dibutuhkan, jadi kita sengaja memetakan kodim ke kodim. Kami tidak lagi kasih ke Kodam, karena saya lihat per kabupaten dan kita berikan porsi lebih ke kabupaten yang kurang, supaya merata sesuai kebutuhan,” ungkap Panglima.

Proses Rukruitmen lanjut Panglima, akan memperioritaskan anak daerah. Hal tersebut ditujukan dengan tanda pengenal berupa KTP, yang menunjukan yang bersangkutan merupakan anak daerah yang sudah menetap lebih dari tiga tahun.

“Khusus AD minimal di KTP itu tiga tahun yang bersangkutan menetap, supaya tidak ada yang main-main, karena banyak dari luar Maluku yang datang ke Maluku untuk ikut proses rekrutmen, makanya dari TNI AD kita batasi tiga tahun,” jelas Panglima. (S-45)