NAMLEA, Siwalimanews – Bupati Buru Ramly Umasugi, SPI.MM, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas khususnya di wilayah tambang ilegal Gunung Botak (GB), karena rawan tindak kriminalitas.

Kepada wartawan baru-baru ini di Namlea, Bupati Ramly Umasugi,  mengingat kalau beberapa tahun lalu ketika Gunung Botak ramai, banyak hal yang terjadi, seperti praktek kriminal disana-sini.

Gunung Botak ketika ramai, maka terjadi tingkat kriminal yang sangat tinggi seperti pencurian, penipuan, miras, judi, narkoba, bahkan hingga menghilangkan nyawa orang lain (pembunuhan),” jelasnya Ramly.

Bupati juga tidak mengetahui siapa dibalik kondisi aktivitas Gunung Botak saat ini.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi ini, sampai sekarang saya tidak tahu siapa yang kerahkan ini semua,” ucapnya.

Baca Juga: Asisten I Buka Musda III MUI Kabupaten Buru

Ramly berharap agar masyarakat bersabar menunggu keputusan pemerintah pusat terkait status tambang Gunung Botak.

“Masyarakat dimohon untuk bersabar, karena saya beberapa waktu lalu sudah melakukan vidcom dengan kementerian ESDM, Kemenko Marves dan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam acara vidcom itu, saya sudah sampaikan kondisi teraktual terkait masalah Gunung Botak,” ucap Ramly.

Sebelumnya, dari hasil pantauan media bahwa ini,  penambang emas ilegal beraktivitas di Gunung Botak, sudah terjadi beberapa kasus kriminal, seperti perjudian yang berakhir dengan penganiayaan terhadap wartawan yang saat ini sementara berproses di Polres Buru. Juga ada kasus meninggalnya seorang penambang di lokasi Gunung Botak lantaran sakit. (S-31)