MASOHI, Siwalimanews – Puluhan warga Dusun Rounussa, Desa Sepa, Kecamatan Amahai, mendatangi Kantor Bupati Maluku Tengah, untuk mempertanyakan kejelasan ganti rugi, yang telah dijanjikan Bupati Tuasikal Abua, Kamis (24/3).

Massa yang dipimpin Manloi Leiparry ini saat tiba di depan Kantor Bupati langsung melakukan orasi secara bergantian.

“Bapak Bupati yang buat katong (kami) sampai bagini,” teriak para pendemo.

Mereka mengaku kecewa dengan pemkab, karena proses ganti rugi terhadap 667 jenis tanaman yang ditebang belum juga diselesaikan.

Hal ini patut dipertanyakan, sebab warga Rounussa telah membuat rekening bank sesuai arahan pemkab, namun sampai saat ini uang ganti rugi itu belum juga diberikan.

Baca Juga: Program PSKL Minim Keterlibatan Masyarakat

“Kami ini sudah ikut arahan disuruh buat rekening, namun sampai dengan sekarang tidak ada dana setu rupiah pun yang masuk. Alhasil kami harus mencari dana sendiri untuk menangani masalah ini,” tandas Manloi dalam orasinya.

Setelah melakukan aksi kurang lebih 1 jam, puluhan massa kemudian ditemui Asisten I Setda Malteng Willem Istia dan Asisten II Nova Anakotta. Namun kehadiran kedua pejabat itu tidak juga menggurungkan aksi massa, sebab mereka hanya ingin ditemui Bupati Tuasikal Abua.

“Kami hanya ingin menemui Bupati. Jika Bupati tidak menemui kami, maka kami tidak akan tinggalkan tempat ini. Janji ini sudah cukup lama kami tunggu tanpa kejelasan,” tandansya diikuti teriakan massa pendemo.

Namun aksi itu kemudian dapat diselesaikan, setelah Bupati melalui Asisten I dan II memberikan garansi untuk melunasi biaya ganti rugi pada tiga hari kedepan.

Usai mendengar penjelasan kedua pejabat itu, para pendemo kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Untuk diketahui besar biaya ganti rugi yang dituntut warga atas penebangan 667 tanaman cengkeh, pala, kelapa dan beberapa lainnya sebesar Rp16 miliar lebih.

Namun, Pemkab Malteng dalam menangani masalah bentrok Tamilouw-Sepa menjamin akan membayar ganti rugi sesuai kemampuan keuangan daerah Malteng. (S-36)