AMBON, Siwalimanews – Hujan lebat yang meng­guyur Kota Ambon, Rabu (23/3) siang menyebabkan pohon di Jalan Jenderal Sudirman, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, tumbang.

Dua warga dilaporkan menjadi korban tertimpa pohon yang berdiri diatas trotar Jalan Jenderal Sudirman itu.

Dua pengendara sepeda motor masing-masing Alwin La Tua (28) dan Stevan Ardillo T Jan (29) yang melintas di ruas jalan itu harus dilarikan ke rumah sakit usai tertimpa pohon tumbang.

Kejadian naas tersebut terjadi, Rabu (23/3) sekitar pukul 09.45 WIT.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Moyo Utomo kepada wartawan di Mapol­resta sesaat setelah kejadian itu menjelaskan, berdasarkan ketera­ngan korban Alwin, kejadian berawal ketika korban berboncengan dengan istri dan anaknya menggunakan sepeda motor Honda Supra Nomor Polisi DE 3759 AK, tepatnya di turunan Jalan Jendral Sudirman, di depan Cafe Red Stone, pohon di kawasan tersebut tiba-tiba tumbang dan menimpa korban.

Baca Juga: Pegawai & Warga Binaan Tes Urine

“Korban sempat melihat pohon yang berada tepat di depan cafe itu perlahan tumbang, namun korban tidak sempat untuk menghindar dan korban pun tertimpa pohon bersama istri dan anaknya,” ungkap Utomo.

Hal serupa terjadi untuk korban Stevan yang kebetulan melintas dan juga tertimpa pohon tersebut.

Akibat dari kejadian ini, Korban Alwin dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, ia mengalami luka Lecet di bawah mata kanan, luka Lecet di hidung, kemudian luka lecet di dahi dan merasa sakit di bagian pinggang serta sesak nafas. Sementara korban Steven menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam.

Pohon tumbang ini sempat me­nyebabkan kemacetan panjang, namun kemacetan berhasil terurai setelah unit damkar, dibantu sejum­lah warga dan pihak kepolisian me­ngevakuasi bangkai pohon tumbang tersebut.

Kecam Pemkot

Anggota DPRD Provinsi Maluku Hatta Hehanusa mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Ambon yang tak merespon laporannya, menya­ngkut sejumlah pohon di kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang mem­bahayakan para pengguna jalan.

Menurutnya, kejadian pohon tum­bang yang menimpa tiga pe­ngendara sepeda motor, seharusnya tidak terjadi jika pemkot saat itu merspon laporannya.

Pohon yang tumbang ini pernah ditabrak oleh mobil kontener dua bulan yang lalu. Namun usai tabrak, mobil konteneir itu pergi begitu saja tanpa melakukan evakuasi pohon besar tersebut.

“Saya sempat melihat ulang reka­man tabrakan itu di CCTV rumah saya, namun mobil kontener itu pergi begitu saja usai tabrak, kemudian saya bersama warga coba untuk potong dahan yang sudah ditab­rak,” ucap Hehanusa kepada warta­wan di Ambon, Rabu (13/3).

Hehanusa mengaku, setelah kejadian itu, ia sempat menyam­paikan persoalan ini kepada pihak Pemkot Ambon, namun tidak ada respon sama sekali hingga saat ini.

Memang benar pohon itu berada pada bahu jalan nasional yang merupakan tanggung jawab pihak Balai Jalan. Namun persoalannya, jika pohon tersebut ditebang, maka Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon akan meminta ganti rugi.

Padahal, ini menyangkut dengan keselamatan warga kota, apakah harus menunggu sampai ada banyak korban dulu baru ditabang atau menunggu pohon-pohon itu tum­bang sendiri dan akhirnya mas­yarakat yang jadi korban, seperti yang terjadi pagi tadi.

“Kita inginkan pihak Balai Jalan segera ambil langkah untuk berkoor­dinasi dengan Pemkot Ambon untuk menata pohon-pohon yang memang sudah saatnya untuk ditebang maupun dipangkas,” pinyanya.

Kenapa demikian, sebab masalah ini menuirut Hehanus sangat rawan, apalagi, pohon-pohon ini akarnya sudah menyebar diatas permukaan tanah.

“Untuk itu, sekali lagi kami minta pemkot dan Balai Jalan Nasional untuk berkoordinasi agar pohon-pohon yang ada di seputaran Jalan Jenderal Sudirman maupun di dalam kota dan sekitarnya segara ditabang atau dipangkas,” harapanya.

Pasalnya, tambah Hehanusa, kejadian seperti ini bukan hanya baru terjadi satu kali, namun sudah beberapa kejadian yang sama terjadi, bahkan ada yang menimbulkan korban jiwa.

Ia berharap, kejadian yang me­nimpa tiga korban pada, Rabu (23/3) pagi tadi tidak lagi terulang, jika pemkot benar-benar peduli terhadap keselamatan warga kotanya.

Gagal Lindungi Warga

Pemerintah Kota Ambon melalui dinas teknis dinilai gagal dalam melindungi warga, terutama para pengendara kendaraan bermotor dari ancaman pohon tumbang.

Penilaian ini disampaikan anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kota Ambon, Edison Sarimanela kepada Siwalima, Rabu (23/3) merespon kejadian tumbangnya pohon di Jalan Jenderal Sudirman yang me­ngaki­batkan warga kota menjadi korban.

Menurutnya, ditengah-tengah kondisi cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi saat ini. semes­tinya pemkot mengantisipasi keja­diannya khususnya pada areal jalan raya.

“Memang pemkot sejak awal harus mengantisipasi kejadian se­perti ini, artinya pohon yang berada di daerah jalan raya harus dipotong jangan sampai masyarakat jadi korban,” tandasnya.

Belajar dari kejadian pohon tumbang ini, kata Sarimanella, maka pemkot harus mengkaji kembali ke­bijakan penanaman pohon disepan­jang jalan, jika tidak, maka ketika terjadi musim penghujan, masyara­kat akan kembali menjadi korban.

Tak hanya itu, pepohonan yang berada ditepi jalan dengan usia yang sudah sangat tua juga sudah harus ditebang dan tidak boleh dibiarkan begitu saja, lagi pula anggaran untuk perawatannya ada, bukan sebalik­nya membiarkan pohon tetap berdiri dan mengancam.

“Kejadian tadi menjadi contoh bagi pemkot jangan sampai sudah terjadi baru ambil langkah, dan kedepan harus ada kebijakan lain, bukan saja menanam pohon ditepi jalan begitu saja,” tegasnya.

Dibersihkan

Kepala Dinas Pemadam Keba­karan dan penyelamatan Kota Ambon, Edwin Pattikawa mengaku, saat ini arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman mulai lancar, setelah personel Damkar turun membersih­kan jalan dari ranting dan dahan pohon yang tumbang pagi tadi.

“Saat kita dapat laporan dari masyarakat tadi pagi langsung kami bergerak cepat dengan mengirim tim rescue ke tempat kejadian untuk melakukan evakuasi,” ucap Patti­kawa saat diwawancarai Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (23/3).

Menurutnya, kejadian tumbang­nya pohon tersbeut sekitar pukul 09.30 WIT, dimana saat itu intensitas hujan cukup lebat, namun saat per­sonel Damkar tiba di lokasi kejadian, ketiga korban sudah dievakuasi oleh warga sekitar ke rumah sakit.

“Korban itu ada tiga orang dan dua sepeda motor, para korban juga sudah dievakuasi ke rumah sakit,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Pattikawa menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berper­gian dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Harus Waspada

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Patti­mura Ambon, mengeluarkan peringa­tan dini waspada cuaca ekstrem yang akan terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku yang berlaku sejak 23 Maret hingga 25 Maret 2022.

“Terpantau adanya Madden Julian Oscillation (MJO) aktif di wilayah Indonesia kondisi ini berkontribusi terhadap pembentukan awan-awan hujan di wilayah Maluku,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, Kamari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (23/3).

Berdasarkan analisa pola angin lapisan atas, adanya sirkulasi sik­lonik di Utara Papua mengakibatkan terbentukanya wilayah pumpunan angin serta belokan angin di wilayah Maluku.

Disebutkan, analisis suhu muka laut di wilayah Maluku secara umum terpantau cukup hangat (29,0—31°C), sedangkan kelembapan udara lapisan atas (850—700mb) menun­jukkan keadaan yang cukup basah (60—90%), yang mengindikasikan bertambahnya peluang pembentu­kan awan hujan di wilayah Maluku.

Selain itu, untuk wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi  tanggal 23 Maret 2022 pada wilayah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru Selatan,dan Kabupaten Buru.

Selain itu, untuk wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat nantinya berpeluang terjadi pada tanggal 24  Maret  pada wila­yah Kabupaten Seram Bagian Timur, Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Tual, Kabupaten Ma­luku Tenggara, Kabupaten Kepulau­an Aru, Kabupaten Kepulauan Ta­nimbar.

“Untuk tanggal 25 terjadi pada Kabupaten Seram Bagian Timur, Kota Tual, Kabupaten Maluku Teng­gara, Kabupaten Kepulauan Aru,” pungkasnya. (S-10/S-20/S-21)