PIRU, Siwalimanews – Pemerintah daerah dan Polres Seram Bagian Barat memberlakukan sistem penagamanan kota (Sispamkota) dalam bentuk tactikal floor game (TFG).

Diberlakukannya Sispamkota di SBB ini demi pncegahan covid-19 ini mulai diberlakukan Senin (13/4), disaat Polres SBB bersama pemda menggelar rapat pertemuan khusus.

Rapat yang dihadiri, Kapolres AKBP Bayu Tarida Butar Butar, Bupati Moh. Yasin Payapo, Sekda Mansur Tuharea, Wakapolres Kompol akmil Djapa, Danki Brimob Kompi II Piru Iptu M. Mesdila, Dandim Persiapan Mayor Infantri P. Hutapea, dan para pimpinan OPD lainnya, yang belangsung di aula Polres SBB, Senin (13/4).

Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar Butar dalam arahan singkatnya mengungkapkan, dengan adanya virus corona sekaligus dalam melakukan pencegahannya, sehingga perlu dilakukan Sispamkota untuk mengantisipasi masuknya orang luar, khususnya masyarakat SBB yang pulang mudik dari luar daerah pulang.

“Hal ini yang akan kita antispasi, yakni dengan masuknya pemudik dari daerah lain. Sebaab itu jalur-jalur utama pintu masuk para pemudik telah disiapkan posko-posko dengan melibatkan anggota TNI/Polri serta tim kesehatan,” tandasnya.

Baca Juga: Delapan Warga di Buru Keracunan Kopi

Untuk itu, kapolres minta, kepada Dinas Kesehatan untuk tetap melakukan pemantauan terhaadap para pemudik, dengan cara melakukan pengecekan dan juga disarankan untuk melaksanakan karantina mandiri bagi para pemudik yang baru tiba dari daerah lain maupun luar Maluku.

Kapolres berharap, dengan adanya virus corona ini mudah-mudahan tidak ada kendala saat distribusi bahan pokok menjelang bulan puasa tidak terhambat.

”Terkait dengan distribusi bahan pokok nantinya akan kami kawal dengan baik sehingga sampai ditujuan, Saya berharap kepada rekan-rekan kawal itu sehingga tidak terjadi hambatan,” harapnya.

Program jangan mudik, lanjut kapolres merupakan upaya pencegahan terhadap merebaknya covid 19, namun yang tidak bisa dibendung adalah pemudik yang datang ke SBB, sebab itu perlu diperketat pada setiap pintu masuk.

Bupati Moh Yasin Payapo menambahkan, selaku Ketua Gugus Tugas telah menginstruksiakn kepada para camat hingga kepala desa dan dusun untuk menyiapkan tempat isolasi buat para pemudik yang baru masuk.

“Bukan itu saja, namun gugus tugas juga sudah terbentuk sampai ke tingkat kecamatan, desa dan dusun,” ujarnya.

Sispamkota kata bupati, harus diperketat dimana akan ada tim khusus dan pembentukan pos-pos jaga, salah satunya di wilayah Huamual belakang serta Huamual depan yang merupakan pintu masuk dari wilayah Hitu maupun Tahoku Desa Hilla Kabupaten Maluku Tengah bagi para pemudik.

“Kita sudah koordinasi dengan Pemkab Malteng, sehingga tim kita akan diarahkan ke wilayah tersebut, terutama untuk Pelabuhan Tahoku dan Hitu, dimana dua lokasi itu sangat rawan. Oleh sebab itu harus perlu dilakukan pengawasan,” tukasnya.

Untuk menyukseskan hal ini, maka bupati minta untuk semua stakeholder yang ada menjalin kerjasama yang baik dalam rangka upaya pencegahan covid-19 di Maluku khususnya di Bumi Saka Mese Nusa. (S-48)