AMBON, Siwalimanews – Tokoh Pemuda Maluku Edison Lapalelo menegaskan, jika benar bukti dugaan mark up data dan dana dalam penanganan Covid ditemukan oleh pihak kepolisian saat melakukan asistensi, maka dugaan itu harus diusut tuntas.

“Kepolisian wajib usut tuntas dugaan ini, bukankah kemarin KPK datang ke Ambon sudah berikan warning bahwa dana covid-19 jangan dikorupsi entah itu pribadi ataupun pemerintah harus dipertanggung jawabkan, jika kondisi di lapangan seperti itu,” tandas Lapalelo kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Selasa (29/9).

Menurutnya, tindakan mark up ini dapat merugikan masyarakat. Apalagi berdasarkan data survei terakhir terkait kepercayaan masyarakat dengan kinerja pemerintah terkait dana covid-19, 50 persen masyarakat tidak terlalu percaya.

“Kenapa demikian, karena banyak kasus yang terjadi, contohnya pengambilan jenazah di Batu Merah yang terjadi beberapa waktu lalu, itu jadi satu kasus yang dapat menimbulkan ketidak percayaan kepada masyarakat terhadap pemerintah.

Untuk itu, sebagai masyarakat dirinya minta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas dugaan ini dan itu harus dilakukan tidak bisa tidak.

Baca Juga: Aswas: Suap Eks Kacabjari Saparua Masih Ditelaah

Ketua Satgas Covid-19 DPD KNPI Maluku Santos Walalayo juga minta pihak kepolisian untuk mengusut dugaan mark up ini dan jangan dibiarkan berlarut-larut.

“Kalau memang hal ini benar harus secepatnya dituntaskan biar kita juga dapat ketahui siapa dalang dari tindakan mark up data bahkan anggaranya,” ucap Walalayo kepada Siwalimanews melalui telepon seluler, Selasa (29/9).

Menurutnya, jika memang ada indikasi dugaan itu, pihak kepolisian wajib mengusutnya. Pemuda Maluku juga akan mendorong pihak kepolisian untuk memproses dugaan kasus ini, agar semuanya dapat berjalan dengan baik.

“Jika nantinya dugaan ini terbukti ada benarnya, maka secepatnya harus di proses hukum karena sudah merugikan negara terutama masyarakat,” tutupnya.

Di tempat terpisah Tokoh Perempuan Ellen Kurmasela juga minta agar polisi harus usut dugaan ini dan pihak Gustu juga harus transparan soal data nakes maupun pasien serta anggaran penanganan covid.

“Memang benar Covid-19 ada, namun jangan sampai pada akhirnya Gustu memanfaatkan situasi ini, sehingga pada akhirnya masyarakat yang dirugikan,” tandas Kurmasela kepada Siwalimanews, Selasa (29/9).

Menurutnya, dalam penanganan Covid-19, resiko terberat tentunya nyawa manusia. Untuk itu, jangan lagi melakukan segala sesuatu diluar aturan untuk mengejar hal-hal demi kepentingan diri sendiri.

“Ada beberapa pasien yang menyampaikan keluhan kepada beta dan beta sudsh sempat sampaikan masukan kepada pak walikota, namun seolah-olah diabaikan,” ungkapnya.

Apalagi belakangan ini kata dia, sudah sangat terbuka kebenarannya di lapangan, mau sampai kapan harus dibiarkan ini terjadi. Polisi harus mengusut  tuntas dugaan ini, karena semua pihak termasuk Gustu kemungkinan besar terlibat dalam masalah ini.

“Keterbukaan dari semua pihak harus didudukan dan masyarakat juga perlu hadir  supaya dapat mencari solusi jangan pada akhirnya membuat sistem yang merugikan masyarakat,” paparnya. (Mg-5)