AMBON, Siwalimanews – Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan gratifikasi yang menyeret nama istri Bupati Malra Eva Elia Hanubun.

Kasus yang sempat menjadi perhatian publik dikarenakan menjadi materi demonstrasi mahasiswa secara berkali kali ini, dihentikan lantaran hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejati Maluku kepada seluruh saksi pada tujuh dinas terkait, tidak ditemukan indikasi dugaan pelanggran seperti yang dilaporkan.

“Setelah diperiksa seluruh dinas terkait, dengan total 24 saksi, tidak satupun keterangan yang mengarah bahwa ada tindakan gratifikasi, oleh karena itu perkaranya kita tutup,” ungkap Kajati Maluku Rorogo Zega dalam keterangan persnya di aula Kejati Maluku Kamis (22/7).

Untuk diketahui, Kejati Maluku akhirnya merespon laporan dugaan korupsi yang melibatkan Eva Elia, istri Taher Hanubun Bupati Malra. Laporan dugaan korupsi yang disampaikan elemen pemuda asal Malra Kamis (11/2) lalu saat berunjuk rasa itu sementara ditelaah korps Adhyaksa itu.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (16/2) menjelaskan, setiap laporan korupsi yang masuk ke Kejati langsung direspon pihaknya.

Baca Juga: SERRAM: Gubernur tak Pantas dapat Penghargaan PPKM

“Kalau soal desakan untuk mengusut dugaan korupsi di Malra, laporannya sudah diterima dan sudah masuk ke Pidsus, infonya di pidsus sementara ditelaah,” kata Sapulette. (S-45)