AMBON, Siwalimanews – Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Ambon melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Ambon, Kamis (22/7).

Mahasiswa ini tiba di Balai Kota sekitar pukul 12.00 WIT, namun kedatangan mereka langsung dihadang olah anggota Satpol PP dengan menutup gerbang depan Balai Kota.

Aksi mahasiswa IAN ini untuk memprotes kebijakan walikota terkait dengan perpanjangan PPKM level 3  yang meresahkan masyarakat.

Menurut mereka kebijakan yang diambil Walikota selain menyengsarakan juga menyusahkan masyarakat.

Bahkan dalam aksi yang berlangsung tersebut para demonstran meminta Walikota Richard Louhenapessy untuk turun menemui mereka.

Baca Juga: Ogah Diganti, Willem Wattimena Ajukan Keberatan

Salah satu mahasiswa Jihat Toisutta meminta walikota untuk segera turun menemui mereka, dan jangan memberikan harapan palsu.

“Kalau walikota tidak turun, maka nanti lihat saja kita akan membuang celana dalam di depan Kantor Walikota Ambon,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan PPKM tidak ditindaklanjuti dalam berbagai aspek, sehingga masyarakat dirugikan karena aktivitasnya dibatasi, sementara pejabat kota terus bertambah kaya.

Tak berapa lama terlihat, ratusan mahasiswa ini memaksa untuk masuk ke dalam halaman Balai Kota, namun lagi-lagi dihadang oleh anggota Satpol PP, sehingga saling dorong pun tak terelakan.

“Walikota tak pernah hadir, maka kita masuk dengan paksa saja, kita harus tunggu Walikota sampai ia pulang,” teriak para demonstran.

Para demosntran ini mengaku, mereka ingin langsung bertemu dengan Walikota untuk menyampaikan beberapa point tuntutan. Namun sampai dengan berita ini dipublikasikan Walikota maupun pejabat pemkot lainnya yang turun menemui para demonstran, sehingga ratusan mahasiswa ini memilih tetap melakukan aksi mereka di depan Balai Kota. (S-51)