AMBON, Siwalimanews – PT Maluku Energi Abadi kini sementara focus untuk penyelesaian tahapan, guna memperoleh PI 10 persen dari migas di Maluku.

Hal ini dikemukakan Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi Musalam Latuconsina kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Kamis (5/8) usai melakukan rapat bersama Badan Anggaran DPRD.

“Dari sepuluh tahap kita sekarang masuk ke tahap ke tujuh, yaitu uji tuntas data, dimana semua data dari pihak kontraktor mereka harus berikan kepada kami,” ungkap Latuconsina.

Dalam tahapan ini kata Latuconsina, PT Maluku Energi Abadi bersama tim akan menilai dan mengevaluasi semua data, seperti data pembukaan, data produksi maupun data hukum selama kurung waktu enam bulan.

“Kami usahkan sebelum enam bulan bisa lebih cepat lebih bagus,” ujar Latuconsina.

Baca Juga: Ekonomi Maluku Triwulan II Tumbuh 4,53 Persen

Menurutnya, untuk blok Masela ditargetkan pada tahun 2023 pembangunan konstruksi telah berjalan, sedangkan target produksi pada tahun 2027 mendatang.

“Paling penting blok yang ada di Pulau Seram, baik blok Bula maupun non Bula yang sudah produksi minyak sejak puluhan tahun lalu,” tandas Latuconsina.

Jika nantinya proses PI 10 persen selesai, maka secara langsung Maluku akan mendapatkan hasil dari blok Bula dan blok non Bula, sedangkan blok Masela harus menunggu produksi sampai tahun 2027.

Karena itu, pihaknya akan memfokuskan diri untuk menuntaskan tahapan proses PI 10 persen agar dapat dinilai semua masyarakat.

Tak hanya itu, PT MEA juga diperintahkan untuk melakukan beberapa usaha selain usaha hulu migas seperti usaha hilir migas usaha energi, usaha tambang dan usaha jasa penunjang untuk menunjang semua kegiatan pada blok Masela. (S-50)