AMBON, Siwalimanews – Pemuda Pancasila Provinsi Maluku mengecam dan mengutuk aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada, Minggu (28/3) pagi,

Pasalnya aksi yang dilakukan tersebut, merupakan perbuatan yang sangat keji  bahkan dilarang oleh semua agama dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945.

“Kami Pemuda Pancasila Maluku mengutuk keras kejadian bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. Apapun bentuk kekerasan dan kekejaman tak pernah dibenarkan oleh agama manapun, untuk itu  kami pengurus MPW Pemuda Pancasila provinsi Maluku mengecam segala bentuk dan tindakan kekerasan,” tandas Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Maluku Boy latuconsina dalam keterangan persnya di Ambon, Selasa (30/3).

Menurutnya, dengan adanya aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, maka sebagai MPW Pemuda Pancasila telah menyurati secara resmi ke 11 kabupaten/kota di Maluku untuk menyikapi persoalan ini secara serius dan dapat bekerja sama dengan pemda bahkan pihak aparat keamanan untuk berpartisipasi dengan memberikan kontribusi memastikan masyarakat Maluku bebas dari tindakan anarkis.

Tentunya dengan adanya kasus ini, maka Kota Ambon pastinya memiliki kiat-kiat dalam rangka menjaga stabilitas di daerah ini.

Baca Juga: Apalem: Masyarakat Aru Sementara Disiksa

“Dalam waktu dekat MPW Provinsi Maluku dan MPC Kota Ambon sudah siapkan surat audiens untuk dilayangkan sesuai pada tingkatan kami masing-masing. Kami ingin beri sebuah tindakan nyata untuk berpartisipasi bersama pihak keamanan,” ucapnya.

Kota Ambon kata Latuconsina, akan jadi pilot project, dengan menyiapkan satu anggota  menjadi mata dan telinga untuk memastikan Kota Ambon aman dari teror. Hal itupun akan diinstruksikan kepada seluruh kabupaten/kota.

Ditempat yang sama Majelis Pimpinan Cabang Kota Ambon Zeth Pormes menambahkan, sikap Pemuda Pancasila mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan dan anarkisme yang terjadi di Makassar .

Pemuda Pancasila Kota Ambon beserta seluruh pengurus, baik di kecamatan maupun desa akan selalu membantu TNI dan Polri serta tokoh agama dan masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas di kota ini.

“Dalam waktu dekat kami akan silahturahmi dengan pemkot dan Kapolresta serta Dandim, bahkan OKP lainnya untuk mengawal eksistensi keamanan dan kenyamanan warga di Kota Ambon, karena bagi kami, Pancasila adalah harga mati dan abadi,” Pungkasnya. (S-51)