AMBON, Siwalimanews – Intensitas hujan di Provinsi Maluku akan semakin tinggi, hal ini dipengaruhi oleh fenomena global La Nina.

Fenomena La Nina ini untuk Maluku, daerah yang harus lebih diwaspadai adalah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Buru. Untuk daerah lain memang perlu mewaspadainya juga, namun MBD dan Buru yang harus lebih mewaspadainya.

“Nampak La Nina di MBD dan Buru akan lebih ekstrim, jika dilihat dari peringatan dini yang terus dikeluarkan,” ucap Prakrirawan BMKG Maluku Ayu Fitria kepada Siwalimanews, melalui telepon selulernya, Selasa (30/3).

Menurutnya, musim pehujan saat ini sangat dipengaruhi oleh fenomena La Nina, bahkan pengaruhnya yakni intensitas curah hujan cukup tinggi.

Dampak dari La Nina, untuk Maluku sebagian besar terjadi saat peralihan ke musim penghujan, sehingga potensi untuk awan cumulonimbus sangat besar. Apalagi untuk masa panca roba, terutama karena didukung La Nina.

Baca Juga: Terpapar Covid, Satu ASN Pemkot Meninggal

“Untuk itu, intensitas hujannya perlu diwaspadai, karena akan terus meningkat,’ ucapnya.

Ia mengaku, sebelumnya memang fenomena la Nina diprediksi akan terjadi pada bulan Maret ini,  namun dengan adanya monsun Australia, maka La Nina akan lebih menguat, sehingga di maluku potensi hujannya akan semakin besar.

Bnayak faktor juga penyebab La Nina menjadi tinggi, salah satunya adalah suhu permukaan laut semakin menghangat, dan tekanan rendah terjadi di Laut Banda bagian utara.

“Untuk antisipasinya adalah, selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi,” ucapnya.

Pada kesmepatan itu, ia juga mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap waspada terutama disaat hujan lebat karena dapat disertai petir dan berdampak pada terjadinya banjir, tanah longsor serta pohon tumbang akibat angin kencang. (S-51)