AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar dialog lintas agama, yang dilaksanakan secara virtual, bertujuan untuk mengajari pesan damai dari Timur Indonesia Maluku sebagai tempat perpecahan konflik bertahun-tahun yang lalu.

Dialog tersebut bertema “Pesan Damai Dari Ambon Untuk Indonesia”, yang dilakukan di Studio satu RRI Ambon, pada Selasa (8/12), dihadiri secara virtual oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi yang juga berkesempatan memberi sambutan.

“Saya sangat menghargai langkah kerukunan yang dilakukan masyarakat Maluku. Saya bisa katakan bahwa Maluku saat ini adalah tempat belajar kerukunan bangsa yang paling baik,”ungkap Fachrul.

Di Indonesia, ada lima agama yang dianut oleh warga dan masyarakat Indonesia yaitu Islam, Kristen  Budha, Hindu, Katolik dan Khonghucu, dimana memiliki keyakinan dan kepercayaan pada masing-masing agama.

Dikatakan, semua pemeluk agama  berhak dan harusnya perpandangan bahwa agama yang dianutnya adalah agama  yang paling benar dan baik, namun sebaliknya  setiap pemeluk agama juga harus menghargai pemeluk agama yang lain bahwa mereka punya hak yang sama  adalah agama mereka adalah agama yang paling benar dan baik.

Baca Juga: Noach Sampaikan Terima Kasih ke Warga MBD

Fachrul menegaskan, saat ini penganut tokoh agama sedang menghadapi tantangam dengan kehadiran pandemi covid 19, hanya ada dua langkah pencegahan penularannya sebagai ikhtiar bersama yakni iktiar lahir dan ikhtiar batin.

“Ikhtiar lahir berupa pembatasan kegiatan masyarakat, PSBB hingga PSBB transisi. Saat ini wabah sudah sedikit berkurang, tokoh agama berperan penting memberikan arahan didasari dengan iman yang memberikan motivasi yang mengarahkan masyarakat turut aktif menjaga kerukunan antar umat  agama, serta mendukung pemerintah,” himbaunya.

Sementara itu Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, harmonisasi sosial adalah kata kunci untuk membangun kota ini disertai peningkatan kualitas dinilai -nilai spritualitas agama.

Ia menjelaskan, 21 tahun yang lalu Ambon yang berada dalam sebuah kondisi konflik kemanu­siaan yang memprihatinkan, tetapi 20 tahun kemudian Kementerian Agama  menetapkan Ambon sebagai kota dengan tingkat kerukunan antar beragama yang terbaik di Indonesia.

“Dalam semangat itu, lalu kerukunan ini akan menjadi  íekuatan kita  bersama. Dialog silaturahmi kali ini, bukan sekedar basa basi untuk sekedar memenuhi realisasi target program tahunan, tetapi ini bersumber dari sebuah klutur Ambon yang betul-betul mencerminkan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun kota ini,” paparnya.

Walikota memaparkan, kegiatan ini bukan sebagai insidentil, tetapi secara rutin setiap tahun bahkan beberapa kali dalam setahun dilaksanakan dan kita sepakat untuk mengakhiri tahun ini pihaknya ingin menyampaikan pesan damai dari para tokoh agama dari Ambon untuk Indonesia.

“Kita  berharap sungguh, pesan damai ini akan turut menciptakan Indonesia yang betul-betul kondusif. Indonesia yang betul hidup dalam suasana persatuan dan kesatuan dan dalam suasana persaudaraan yang tinggi,”ujarnya.

Ada pun narasumber dalam dialog tersebut yakni, Mentri agama RI Fachrul Razi, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leo Nugraha Simatupang, Sekertaris Umum Persatuan Gereja Indonesia Pdt Jack F.Manuputty, Ketua Komisi Konferensi Waligereja Indonesia Tri Harsono, Imam Besar Masjid Istiqal Jakarta Nasarudin Umar. (Cr-6)