AMBON, Siwalimanews – Satgas Penanganan Covid-19 Maluku memastikan guna persiapan vaksinasi massal, pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis telah diberikan kepada petugas kesehatan di seluruh Maluku.

Petugas kesehatan yang akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat diberikan banyak pelatihan mulai dari sosialisasi yang akan mereka sampaikan ke masyarakat, berapa banyak cairan yang harus disuntikan, dan banyak lagi.

“Kita pastikan petugas-petugas kesehatan yang akan menangani vaksinasi sudah kita latih,” kata Ketua Satgas Penangan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (8/12).

Kasrul mengaku, setelah petugas mendapat pelatihan, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum proses vaksinasi dilakukan. “Kita akan sosialisasi terlebih dahulu sebelum proses vaksinasi, dan akan ada uji coba terlebih daluhu sebelum disuntikan ke masyarakat,” jelasnya.

Ditanya kapan vaksin sinovac tiba di Ambon, Kasrul mengaku belum ada pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Pemkab SBB Rutin Gelar Operasi Yustisi

“Sampai sekarang baru pada pemberitahuan akan disalurkan vaksin sebanyak 1,1 juta namun pendistribusian belum ada, masih sama kaya kemarin,” tandasnya.

Distribusi Tahap I

Untuk diketahui, distribusi vaksin Covid-19 tahap pertama terhadap 75 juta peserta dipastikan akan dilakukan secara bertahap.

“Kita punya target itu ke 75 juta peserta vaksin. Bukan berarti Januari (2021) akan datang 75 juta kali dua karena satu orang dua (dosis), 150 juta. Tetapi ini akan datang bertahap, ada 15 juta, ada 20 juta,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam webinar bertajuk ‘Persiapan Infrastruktur Data dan Layanan Vaksinasi Covid-19’, yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (1/12).

Dijelaskan, pendistribusian vaksin dilakukan bertahap karena terdapat dua kemungkinan saat mendatangkan vaksin dari luar negeri. Dua kemungkinan itu yakni, vaksin datang sudah dalam bentuk jadi atau hanya berupa bahan baku.

“Sebagai catatan, vaksin yang akan datang apakah vaksin jadi ataupun vaksin bahan baku yang harus diproses dalam waktu sebulan, ini kan jumlahnya tidak datang bersamaan,” ujarnya.

Kendati demikian, pemerintah bakal transparan dalam pendistribusian vaksin ini. Hal itu dilakukan supaya tidak ada pihak tertentu yang menyalahgunakan kehadiran vaksin, misalnya memainkan harga vaksin seperti yang terjadi pada saat harga masker meningkat tajam diawal pandemi Covid-19 di tanah air.

“Hal-hal ini kita lakukan juga supaya rakyat mendapatkan vaksin secara transparan dan terbuka, ini yang menjadi kuncinya,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih menunggu keputusan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkaitan dengan pembukaan pendaftaran vaksin Covid-19 tahap pertama pada kategori mandiri.

“Jadi kita juga menunggu keputusan Kemenkes sesuai Perpres 99. Dimana, kapan pembukaan akan dimulai,” tuturnya.

Untuk diketahui, pemerintah berencana mendistribusikan vaksin Covid-19 pada Desember 2020. Saat ini pemerintah melakukan pengembangan vaksin melalui PT Bio Farma yang bekerja sama dengan perusahaan asal China Sinovac Biotech.

Vaksin tersebut saat ini sudah melalui uji klinis fase tiga. Hasilnya, sejauh ini diketahui aman dan tidak menunjukkan efek samping. Rencananya, vaksin sinovac juga akan segera didistribusikan pemerintah karena telah mendapat predikat aman dalam pengujiannya.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan vaksin merah putih yang dilakukan sejumlah institusi penelitian dan perguruan tinggi dalam negeri. Vaksin tersebut saat ini masih dilakukan uji klinis. (S-39)