AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon, Juliana Welhelmina Patty mengungkapkan, dinasnya akan segera melaksanakan sosialisasi tentang keberadaan Covid-19 yang sampai saat ini masih belum dipercaya masyarakat Kota Ambon.

Kegiatan tersebut, menurut Party, merupakan kegiatan yang dirancang langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dony Monardo. Kegiatan tersebut bertujuan untuk merubah perilaku masyarakat yang sampai dengan hari ini masih juga, tidak percaya akan keberadaan Covid-19. Khususnya Provinsi Maluku dalam hal ini Kota Ambon sebagai salah satu dari 13 provinsi yang tak percaya.

“Ada kegiatan besar yang pusat punya dengan pak Dony Monardo,  itu tentang perubahan perilaku yang nanti dilakukan di seluruh 50 desa/kelurahan di Kota Ambon, karena Kota Ambon, Maluku itu masuk di provinsi yang tidak percaya tentang adanya Covid-19,” ungkap Patty, kepada wartawan di Ambon, Rabu (21/10).

Dikatakan, nantinya mengakomodir seluruh kegiatan tersebut adalah kader-kader KB yang ada di seluruh desa/kelurahan, RT/RW yang ada di Kota Ambon. “Yang memang mengakomodir semua kader KB di 50 desa/kelurahan  dan ini kegiatan pusat,” ungkapnya.

Diakuinya, pihaknya akan menggerakan 300 kader KB, 75 Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) non PNS, yang bertugas untuk memberikan sosialisasi pengenalan Covid-19 serta bahaya apabila diabaikan.

Baca Juga: Aturan Bertemu Walikota Wajib Rapid Terlalu Berlebihan

“Disitu semua akan turun tenaga-tenaga penyuluh ini sekitar hampir 300 orang tingkat RW dan Kota Ambon memiliki 75 orang. Nah ini akan bersinergi dan pak wali akan launching dan secara serempak mereka akan ada di 50 desa/kelurahan memberikan sosialisasi tentang bahaya covid,” jelas Patty.

Ketika disinggung terkait dengan kapan akan dilaksanakan kegiatan dimaksud, Patty mengatakan, pelaksanaan sosialisasi secara serempak dilakukan lada 3 November 2020 mendatang, dan dilaksanakan secara virtual.

“Itu nanti tanggal 3 November, launching lalu mereka serempak jalan. Jadi nanti pak wali akan ada di Ahusen. Nah, nanti itu secara virtual,” ujarnya.

Patty menambahkan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan berjalan terhitung sejak bulan Oktober sampai dengan bulan Desember.

“Sosialisasi ke masyarakat dan kegiatannya itu dilakukan selama tiga bulan dari Oktober, November, Desember itu masing-masing 10 hari dalam satu bulan,” ujarnya. (Mg-6)