AMBON, Siwalimanews – Selain cafe, restaurant, rumah makan dan rumah kopi, pasar juga akan menjadi salah satu target utama pengawasan terhadap protokol kesehatan yakni menjaga jarak. Sesuai dengan pernyataan Walikota Ambon, dalam masa PSBB Transisi Tahap VI ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon akan semakin memperketat pola pengawasan terkait dengan protokol kesehatan.

Pengawasan yang dimaksud berupa jaga jarak, dimana sampai saat ini warga Kota Ambon masih belum mampu melaksankannya dalam menjalankan aktivitas  setiap harinya.

Dikonfirmasi terkait dengan langkah pengawasan itu, Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler, mengaku, pihaknya melakukan hal itu lantaran dalam operasi-operasi sebelumnya tempat-tempat itu sampai sekarang belum terjangkau.

“Nah kali ini kita titik beratkan di cafe dan restaurant,” katanya kepada Siwalima di halaman parkiran Balai Kota Ambon, pada Rabu (30/9).

Menyangkut pasar yang juga merupakan lokasi yang dapat dikatakan rentan dikarenakan banyak orang yang berkerumun tanpa memperhatikan protokol kesehatan, dirinya mengakui pihaknya akan tetap melakukan pengawasan.

Baca Juga: Bupati Malteng Peroleh Penghargaan  BPJSTK

Hal ini karena pasar rentan dan masyarakat yang beraktivitas di pasar belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan.

“Kemudian nanti juga ke pasar dan sebagainya,” tegas Hadler.

Soal strategi yang akan diterapkan pemkot di pasar, Hadler menambahkan, pihaknya nanti akan mengawasi proses pemantauan, mengingat para pedagang yang sulit untuk diatur dan keras kepala.

“Untuk pasar ini kan kita nanti ada setelah pembongkaran ini kan mestinya ada pemindahan, relokasi para pedagang yang sudah di undi untuk menempati tempat yang baru. Nah kalau itu sudah kita jalan semua, pasar akan kita tertibkan sesuai dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Perketat Pengawasan

Seperti diberitakan sebelumnya, Ambon telah menjalankan PSBB Transisi tahap VI dan kali ini pengawasan semakin diperketat. Ada empat aspek yang menjadi perhatian Gustu Kota Ambon yakni menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengungkapkan, sepanjang proses penyelenggaraan PSBB tahap pertama hingga memasuki PSBB transisi tahap VI kesadaran masyarakat terhadap aspek menggunakan masker sudah sangat baik.

“Jadi sebetulnya ada empat aspek, yakni masker, jarak, cuci tangan dan berkerumun. Nah, untuk masker ini saya lihat dia sudah sangat baik sekali tapi harus selalu diingatkan,”  ungkap walikota, kepada wartawan di Ambon, Selasa (29/9).

Namun, memasuki PSBB Transisi tahap VI ini, kata dia, pihaknya akan lebih memperketat aspek jaga jarak sebab masih ada banyak yang justru tidak melakukan protokol kesehatan tersebut seperti kedapatan angkutan umum yang masih mengangkut lebih. “Yang paling mendominasi yang banyak itu jarak angkutan terutama di kendaraan umum maupun kendaraan pribadi yang muat melebihi kapasitas,” ungkap Walikota. (Mg-6)