AMBON, Siwalimanews – Pedagang di Pasar Mardika saat ini semakin brutal. Mereka kini mulai menguasai badan jalan hingga seluruh ruas jalan. Para pedagang yang menolak direlokasi untuk kepentingan revitalisasi pasar itu membang­kang dan memilih melawan Pemerintah Kota Ambon.

Tindakan para pedagang yang menguasai ruas jalan di Pasar Mardika itu membuat sopir angkot maupun pengendara yang melewati jalur itu resah. Peng­endara meminta Pemkot Ambon menertibkan pedagang karena sudah monopoli seluruh ruas jalan sehingga menghambat kendaraan melintas.

Salah satu sopir angkutan umum dengan ijin trayek Waiheru mengungkapkan dirinya sudah sangat resah dengan kelakuan dan tindakan pedagang. Nmaun yang sangat disesali pemerintah kota seolah cuek dan tidak peduli dengan pengendara yang melewati jalur tersebut.

“Iya harusnya Satpol PP ditugaskan di pasar ini supaya menghalau pedagang yang semakin brengsek ini. Kami sebagai pengguna jalan sekaligus sopir angkota yang setiap harinya melewati jalur ini resah dan tidak tahan lagi,” ungkap  Rio, sang sopir kepada Siwalima di Terminal Mardika Rabu (30/9).

Rio mengatakan, ditakutkan akibat ulah pedagang yang monopoli ruas jalan itu menyebabkan terjadi gesekan antara sopir angkota dan pedagang. Dikatakan, bukan saja pedagang yang mencari nafkah, tapi sopir angkota dan pengguna jalanan lainnya juga mencari nafkah dan sama-sama punya hak menggunakan jalan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Dishub Belum Ijinkan Angkot Masuk Terminal  

Ia berharap Pemerintah Kota Ambon tegas mengambil tindakan kepada pedagang Pasar Mardika yang kian hari semakin brutal itu.

“Pemkot harus bertindak tegas terhadap pedagang. Kalau tidak, saya pastikan akan terjadi gesekan antara pengguna jalan dengan pedagang,” himbaunya. (Mg-6)