AMBON, Siwalimanews – Mobil operasional atau yang sering disebut dengan mobil patroli milik Satpol-PP Kota Ambon sempat menjadi viral di media sosial dikarenakan mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan dalam perwali.

Dalam video yang berdurasi 29 detik, yang unggah oleh salah satu akun face­book tersebut, terlihat petugas Satpol-PP Kota Ambon, dikecam habis-habisan lan­taran tidak taat aturan protokol kesehatan.

“Kalau masyarakat yang buat, langsung ditindak, padahal petugas (Satpol PP) saja melanggar aturan. Jaga jarak, jaga jarak pak,” teriak warga kepada para Satpol-PP,  seperti dalam video tersebut.

Dari vidio yang telah mencapai 5.274 tayangan via facebook tersebut, Kasatpol-PP Kota Ambon Josias Loppies, mengaku dirinya sangat berterimakasih kepada masyarakat, lantaran dengan sikap tegas menegur para petugas, yang melakukan kesalahan.

“Saya sangat berterimakasih atas per­hatian ini. Dengan teguran itu, kedepan saya akan himbau untuk para petugas agar tetap menjalankan protokol kesehatan, sehingga bisa menjadi contoh baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Sejumlah Lokasi Disterilkan Personil Gegana Maluku

Video kendaraan operasi milik Satpol-PP Kota Ambon, yang mengangkut lebih dari 50 persen kapasitas penumpang viral di media sosial. Atas Insiden itu, Kasat­pol-PP Kota Ambon, Josias Pieter Loppies, mengaku salah dan meminta maaf.

“Apa yang dilakukan oleh anggota saya, harus diakui telah melanggar protokol kesehatan, karena mengangkut lebih dari 50 persen. Selaku komandan, saya mohon maaf,” jelas Josias.

Kendati begitu, Loppies mengaku, apa yang dilakukan oleh anggotanya itu meru­pakan tindakan tidak sengaja. Sebab, kata dia, pihaknya memiliki keterbatasan angkutan operasi dala menjalankan tugas.

“Armada angkut di Satpol-PP sangat terbatas sekali. Mobil operasi yang dimiliki hanya tiga unit. Dan setiap hari itu, ada sekitarnya 60 anggota yang bertugas, jika yang naik hanya empat orang, terus yang lain gimana?. Mau jalan kaki, “tuturnya.

Walaupun memiliki keterbatasan ken­da­raan operasional, namun Josias berjanji apa yang menjadi teguran masyarakat terhadap pihaknya tersebut, akan menjadi perhatian penting bagi dirinya.

“Teguran ini tetap menjadi perhatian penting bagi kami, dalam menjalankan tugas kedepan. Saya akan lebih teliti dan akan memberikan teguran kepada anggota saya atas hal itu,” ungkapnya.

Terkait dengan pengusulan kendaraan operasional, Josias mengaku, selama dua tahun menjadi Kepala Satuan Pol-PP, dia terus mengusulkan pengadaan mobil, na­mun belum terakomodir hingga saat ini.  “Sudah kami usulkan, namun lantaran ke­terbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Ambon, makanya belum terealisasi. Direnca­nakan, untuk tahun 2020, pengada­annya akan dilakukan, tapi hanya satu unit saja,” tandasnya. (Mg-6)