Ambon, Siwalimanews – Tiga Negeri di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon dicanangkan sebagai kampung tangguh. Ketiga negeri tersebut masing-masing, Negeri Latuhalat, Nusaniwe dan Seilale.

Kapolda Maluku, Irjen Baharudin Djafar mengatakan, pencanangan desa tangguh merupakan program Kepolisian RI, untuk memperkuat basis ekonomi rakyat dari sektor perikanan dalam mewujudkan masyarakat yang mapan, maju dan mandiri.

Selain itu, pencanangan kampung tangguh memiliki makna besar guna menciptakan masyarakat mandiri terutama dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Kampung tangguh ini adalah maknanya sangat luar biasa. Kami patut mengucap syukur kepada Allah SWT sehingga kampung tangguh ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Kapolda saat canangkan ketiga kampung tangguh tersebut yang dipusatkan di PPI Eri, Rabu (30/9).

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menambahkan, kampung tangguh memiliki 3 inovasi, yaitu tangguh secara pangan, tangguh secara kesehatan dan tangguh secara keamanan.

Baca Juga: Kinerja Panitia Penjaringan Raja Negeri Siri Sori Amalatu Amburadul

“Tiga hal ini kalau kita pertahankan dengan baik, walaupun pandemi covid-19 ini berlangsung lama, namun kita bisa dapat menghadapinya,” ujar Walikota

Menurutnya, ada yang unik dari pencanangan kampung tangguh di Nusaniwe. Biasanya kampung tangguh identik dengan pangan, namun di Nusaniwe ada pada sektor laut yakni ikan.

“Kegiatan kampung tangguh sangat bermakna yang luar biasa bagi masyarakat, dan kegiatan kampung tangguh kali ini sangat unik dan berbeda karena ini bukan tanaman atau tumbuhan tetapi ikan,” jelasnya.

Pencanangan yang dipusatkan di PPI Eri itu, selain dihadiri oleh Kapolda dan Walikota Ambon, juga dihadiri oleh Wakil Walikota Syarif Hadler dan para pejabat di lingkup pemkot, para raja dari ketiga negeri ini, serta Kapolsek Nusaniwe dan para tamu undangan lainnya.(S-45)