AMBON, Siwalimanews – Kota Ambon hampir memasuki puncak cuaca ekstrim yang diperkirakan bulan Juli ini. Olehnya Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga untuk lebih mewaspadai keadaan cuaca tersebut.

“Bulan Juli 2021 merupakan puncak dari musim penghujan, sehingga  warga yang tinggal di kawasan lereng gunung dan sekitar sungai, kami minta untuk tetap waspada,” kata Sekertaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury, kepada wartawan, Kamis (1/7).

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di daerah resiko bencana banjir dan longsor, untuk bisa tetap bersiaga, dan diharapkan mampu mengevakuasi diri secara mandiri, guna meminimalisir terjadinya korban.

“Selalu kami informasikan kepada masyarakat, agar bisa melihat situasi dan kondisi alam. Jika hujan turun cukup deras, maka warta di tempat beresiko harus mampu evakuasi diri secara mandiri,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, persoalan banjir di Kota Ambon kerap terjadi lantaran ada penumpukan sampah ditengah lingkungan masyarakat. Olehnya itu, warga diminta menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: 58.962 Warga Kota Ambon Telah Divaksin

“Tolong buang sampah tepat pada waktunya, dan pada tempatnya. Dengan begitu, kita mampu meminimalisir terjadinya banjir,” harap Sekertaris BPBD Kota Ambon itu.

Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya terus memantau beberapa tempat, yang menjadi langganan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kota Ambon.

“Bahkan, masyarakat setempat di kawasan wilayah resiko ben­cana, telah meminta beberapa terpal guna mengantisipasi terjadi­nya bencana. Terpal itu akan dibuat sebagai tempat evakuasi mandiri,” pungkasnya. (S-52)