Mendorong unit unit kerja untuk dapat mengembangkan inovasi, Inovasi Administrasi Negara  melaunching 94 ide inovasi milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

94 ide inovasi ini sendiri merupakan hasil kerja dari 40 organisasi perangkat daerah. Inovasi yang yakni inovasi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 44 inovasi, berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat sebanyak 28 inovasi.

Selanjutnya berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan sebanyak  18 inovasi dan yang berkaitan dengan potensi keunggulan daerah sebanyak 10 inovasi.

Peluncuran ide inovasi ini dilakukan oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara yang diwakili oleh Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara LAN Isti Heryani yang didampinggi oleh Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon,SH.MH yang bertempat di Gedung Kesenian Saumlaki.

Bupati Fatlolon dalam sambutannya menyampaikan selamat datang serta apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Lembaga Administrasi Negara atas kepercayaan dan pendampingan bagi pemda melalui program Laboratorium Inovasi LAN.

Baca Juga: Pembayaran Lahan Asrama Haji Masuk Tahap Akhir

Menurutnya seluruh proses ini telah diawali dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama LAN pada tanggal 29 Maret 2021 di kantor LAN Jakarta.

“Terbukti dari pendampingan yang dilakukan oleh pihak LAN telah menghasilkan 94 ide inovasi,” kata Fatlolon.

Diakui bahwa dalam pelaksanaanya sempat mengalami penundaan beberapa kalu namun tetap berjalan dengan baik.

Kepada pimpinan OPD bupati fatlolon juga berharap agar dalam hal ini tidak hanya sekedar mencapai angka inovasi yang banyak tetapi harus disertai dengan komitmen yang tinggi.

“Pesan saya pimpinan OPD harus mengimplementasikan inovasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ingat Fatlolon.

Direncanakan pada Tahun 2022 nanti, tidak hanya organsisasi perangkat daerah saja yang dilibatkan dalam membuat inovasi.

Namun kata Fatlolon kesempatan akan diberikan juga kepda pimpinan kecamatan dan kepala desa untuk terlibat dalam berinovasi. “Tentu saja akan disesuaikan dengan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala Lembaga Administrasi Negara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara LAN Isti Heryani, mengatakan 94 inovasi yang dihasilkan merupakan bukti kreativitas, kerja keras yang hanya dihasilkan dalam tempo 6 bulan.

“Lembaga Administrasi Negara, menyampaikan apresiasi kepada bupati dan jajarannya atas kerja keras dalam mengupayakan penyelenggaraan kegiatan akselerasi inovasi tata kelola pemerintahan,” jelas Heryani.

Selain itu katanya inovasi juga dapat meningkatkan daya saing daerah melalui program prioritas nasional laboratorium inovasi, sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat.

“Masyarakat makin menyadari haknya untuk mendapatkan pelayanan secara lebih baik dalam merespon situasi yang terjadi,” ucapnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan DPRD KKT, forkopimda, para staf ahli bupati, asisten dan pimpinan OPD lingkup Pemkab. Hadir juga  para camat, para kepala desa, tokoh agama serta tokoh adat. (S-39)