AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon meraih penghargaan peringkat II dalam penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting ter­integrasi kabupaten kota di Maluku.

Penghargaan yang diserahkan Dir­jen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi kepada Sekot Ambon, Agus Ririmasse saat Workshop Pe­nguatan Percepatan Penurunan Stun­ting Regional II, di Hotel Primer Plaza Sanur, Kota Denpasar, Selasa (30/8)

Sekot mengakui, meski hanya men­dapat peringkat kedua, namun capaian itu patut disyukuri oleh pe­merintah dan masyarakat Kota Ambon.

“Itu menunjukan perhatian dari pemerintah pusat terhadap kerja-kerja positif yang telah dilakukan Pemkot Ambon serta semua pihak, dalam mempercepat penurunan angka stunting,” ujarnya.

Penghargaan yang diterima lan­jutnya, menunjukan bahwa bahwa Maluku dan Kota Ambon memiliki tekad untuk percepat penurunan stunting sebagaimana target nasio­nal pervalensi Stunting dibawah 14 persen tahun 2024.

Baca Juga: Sejumlah Proyek SMI di Buru Bermasalah, Dewan Naik Pitam

Menurut Ririmasse, selain pe­ngakuan atas kinerja pemkot peng­hargaan tersebut juga memberi spirit dan motivasi bagi semua aparatur untuk terus berbenah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Terutama agar dapat mengeksekusi 8 aksi konvergensi secara tepat dan cermat lewat kolaborasi bersama semua elemen. Sebab Pemkot tentu tidak bisa bekerja sendiri,” bebernya.

Dikatakan, wujud komitmen Pemkot Ambon untuk percepat penurunan angka stunting, salah satunya adalah inovasi orang tua asuh stunting, dimana setiap pejabat eselon II dan III akan menjadi orang tua asuh bagi anak stunting.

Inovasi ini akan diatur dalam Perwali dan dilauching pada momen HUT Ke 447 Kota Ambon.

“Ini penting dilakukan mengingat, kasus stunting di Ambon saat ini ada diangka 600,” terang Ririmasse.

Tak lupa Sekkot menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak hingga Kota Ambon meraih penghargaan.

“Terima kasih atas dukungan bapak Penjabat Walikota, Bodewin Wattimena, penjabat ketua PKK Lisa Wattimena, para staf ahli, asisten, kepala bapekot Litbang, Kadis P2KB, Kadis Kesehatan, Kepala DP3AMD bersama tim, camat, lurah, serta semua pihak yang telah bekerja keras sampai kota Ambon meraih predikat ini,” tandasnya.

Diketahui, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mendapat penghargaan sebagai peringkat I penilaian kinerja 8 Aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintegrasi Kabupaten kota se-Maluku tahun 2022. (S-09)