NAMROLE, Siwalimanews – Korban kasus pemerkosaan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Namrole, Rabu (9/2). Korban meninggal karena mengalami kondisi kritis akibat diperkosa ayah kandungnya BN.

Kendati korban sudah wafat dan masalah ini sudah dilaporkan ke Polsek Namrole sejak tanggal 22 Januari lalu, namun sampai saat ini pelaku belum juga ditangkap. Padahal pelaku sempat diamankan dan dimintai keterangan di Mapolsek Namrole namun kemudian berhasil melarikan diri.

Kaur Humas Polres Buru, Aipda Jamaludin yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, BN pelaku pemerkosaan kepada dua anaknya memang benar pernah diamankan di Mapolsek Namrole untuk dimintai keterangan. Akan tetapi, pelaku berhasil melarikan diri setelah meminta ijin untuk pergi ke toilet.

“Jadi begini masa polisi bebaskan pelaku, tidaklah. Tanggal 22 Januari itu pelaku diamankan di Polsek Namrole kemudian diinterogasi awal, lalu pelaku ini minta ijin ke toilet langsung dia kabur. Waktu dia kabur Unit Reskrim dan intel Polsek Namrole langsung bergerak cari sampai dengan sekarang ini,” ucapnya Jamaludin.

Kendati kasus ini berjalan sudah hampir tiga minggu dan anggota Polsek Namrole belum juga berhasil menangkap pelaku, namun Jamaludin mengaku sampai saat ini Polsek Namrole masih diberi kewenangan untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga: Hentikan Kasus Dewan Kota, Peluang Praperadilan Kejari

“Begini, semua itu kan ada Polsek, nantikan berjenjang dan kita kasih tanggung jawab ke Polsek. Kalau Polsek bisa atasi diatasi dulu, tetapi tetap dibackup oleh Polres,” terangnya.

Dia mengaku, sampai saat ini pihak Polsek Namrole masih melakukan pencarian kepada terduga pelaku BN.

“Masih dilakukan pencaharian,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, perbuatan biadab yang dilakukan BN, Warga desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dengan melakukan aksi pencabulan terhadap dua putrinya, yang berusia 5 tahun dan 7 tahun patut mendapat hukuman yang setimpal.

Pasalnya, aksi kejinya ini mengakibatkan kondisi korban hingga kini masih kritis di RSUD Alkatiri Namrole sementara pelaku masih buron.

Informasi yang diterima dari keluarga korban yang enggan namanya disebutkan, kejadian pencabulan ini terbongkar berawal dari kondisi korban yang kalah itu menderita sakit kritis karena mengalami penurunan HB secara drastis.

Setelah diperiksa oleh salah satu petugas kesehatan di rumahnya dan kondisi korban semakin mengkhawatirkan, korban kemudian dibawa ke RSUD Namrole untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Saat dilakukan pemeriksaan di RSUD Namrole, ditemukan ada tindak kekerasan yang dialami korban pada area vitalnya yang mengakibatkan kondisi korban kritis hingga saat ini.

“Terbongkar saat itu ketika korban diperiksa di RSUD tanggal 19 Januari kemarin dan didapati ada tindak kekerasan di area vital korban. Dari temuan itu pelaku lalu dilaporkan ke Polsek Namrole,” ucap Sumber kepada wartawan, Kamis (3/2).

Sumber menambahkan, ternyata pelaku BN tidak hanya melakukan pencabulan kepada korban saja tapi kakak juga turut dicabuli BN.

“Dari situ terbongkar juga kalau kakaknya mengalami hal yang sama saat diperiksa pada tanggal 23 Januari di Rumah Sakit. Ibunya tidak tahu karena mereka tidak melaporkan, nanti sudah di rumah sakit baru ketahuan,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut pihak keluarga berharap pihak Polsek Namrole dapat bergerak cepat untuk mengamankan pelaku pencabulan dan memberikan hukuman selayaknya kepada pelaku sebagai akibat dari perbuatannya.

Mereka katakan, kejadian ini harus dituntaskan dan tidak membiarkan pelaku berkeliaran bebas di luar sebab ditakutkan, hal yang dialami kedua adik kakak juga terjadi kepada anak – anak yang lain.

“Pelaku harus segera ditemukan takutnya ada korban lain. Dan jika itu terjadi maka masalah ini bisa semakin besar,” paparnya.

Disamping itu, pihak keluarga berharap, pemerintah Kabupaten Bursel dapat melirik masalah ini dan menjadi penyambung lidah bagi kedua korban terkait pengobatan maupun pemulihan psikologi korban.

“Kami minta perhatian Pemda. Karena sudah pasti psikologi korban juga terganggu sehingga kami minta ada pendampingan dari KPAI maupun dari Pemda Bursel,” pintanya.

Sementara pihak Polsek yang menerima aduan langsung bergerak mengamankan BN ke Mapolsek Namrole untuk dimintai keterangan, namun entah bagaimana BN kemudian lepas dan menghilang sampai saat ini. (S-16)