AMBON, Siwalimanews – Kondisi pesisir pantai Desa Passo saat ini, sangat memprihatinkan, dimana tumpukan berbagai jenis sampah, terutama sampah plastik terlihat menggunung di pantai tersebut.

Melihat kondisi tersebut yang tentunya akan berdampak buruk bagiw arga skeitar, maka Klasis Pulau Ambon Timur menganggas aksi bersih-bersih pantai dengan melibatkan berbagai elemen perwakilan dari TNI dan Polri, AMGPM serta LSM Moluccas Coastal Care (MCC) serta para siswa dari jenjang SD-SMA ayang ada di Kecamatan Baguala, melakukan aksi bersih-bersih sampah di pantai Desa Passo.

Ketua Klasis Pulau Ambon Timur (PAT) Pendeta O Ririmasse dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan itu, Sabtu (17/9) mengatakan, alam adalah sakramentum Allah, oleh karena itu harus dijaga dan merawatnya untuk kepentingan bersama.

“Kegiatan kita hari ini bersih lingkungan pantai, menurut saya adalah bagian dari panggilan iman, bukan sekedar kita menampilkan program dan kerja- kita, tapi ini adalah komitmen gereja untuk melihat alam ini sebagai sakramentum Allah, sesuatu yang kudus, sesuatu yang harus dipelihara. Oleh karena itu, dalam program tahun 2022, Klasis PAT memutuskan untuk melakukan berbagai aksi terkait dengan komitmen iman itu,” ungkap Ririmasse.

Oleh karena itu kata Ririmasse, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak dalam melihat alam ini sebagai bagian penting, dengan melibatkan diri dengan sungguh, tidak hanya sekedar menunjukan kepada publik soal aksi dimaksud.

Baca Juga: Status Bebas Malaria Masih Disandang Kota Ambon

“Saya berharap, aksi ini adalah bagian bahwa kita peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari iman. Selain aksi ini, klasis juga akan melaksanakan aksi penanaman pohon di daerah pegunungan,” tandas Ririmasse.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon,  Alfredo Hehamahua, memberikan apresiasi terhadap semua yang terlibat dalam aksi yang dilakukan tersebut, sebab masalah terbesar yang dihadapi pemkot saat ini, salah satunya adalah terkait pengelolaan sampah dan lingkungan.

Dalam hal ini, pemkot tentu tidak bisa bekerja sendiri, karena terbatas dalam berbagai hal. Tetapi ketika didukung oleh seluruh komponen dan partisipasi dari seluruh masyarakat, ini akan membuat semuanya menjadi lebih kuat untuk mengatasi persoalan sampah dan lingkungan di kota ini.

“Inti dari aksi ini, adalah bagian dari komitmen untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk proklamasi iman. Artinya bahwa, mari kita tunjukan bahwa kita adalah orang-orang yang beriman yang mampu menjaga alam ciptaan Tuhan. Mudah-mudahan, apa yang kita buat ini tidak berhenti disini, tapi akan terus berlanjut demi sebuah kehidupan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Perwakilan LSM MCC Tere menambahkan, di tahun 2019 lalu, pihaknya telah melakukan aksi yang sama, dan sebanyak 16 ton sampah plastik berhasil diangkut dari pesisir Pantai Passo, dan hari ini, pihaknya kembali terlibat dalam aksi tersebut.

Keterlibatan MCC dalam aksi ini menurutnya, lantaran pihaknya tidak menginginkan, sampah-sampah yang terdampar di pesisir pantai Passo itu, akan kembali lagi ke laut disaat musim barat nanti.

“Kenapa kita mau angkat sampah, karena kita tidak mau sampah-sampah ini akan kembali ke laut lagi, karena saat musim barat nanti, sampah ini akan masuk ke laut, dan itu tentu berdampak pada rusaknya ekosistem di laut, terutama ikan yang setiap hari dikonsumsi oleh manusia,” ujarnya.(S-25)