AMBON, Siwalimanews – Kelompok Tani Spirit Desa Liliboy diajari cara membasmi hama rayap yang diberikan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Pattimura  Ambon, Rabu (16/7)

Ketua Tim PKM  Fransina Latumahina yang juga dosen pada Fakultas Pertanian Unpatti Ambon dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Jumat (17/7) menjelaskan,  meskipun pandemic Covid-19 masih melanda Provinsi Maluku, bahkan telah menelan korban jiwa yang tidak sedikit, namun sebagai dosen ia tetap dituntut melaksanakan Tri Dharmanya melalui kegiatan PKM tanpa mengabaikan protokoler Covid-19.

Pelatihan yang diberikan kepada para petani di Desa Liliboy ini dilakukan dalam satu kegiatan penyuluhan yang  merupakan rangkaian dari PKM yang didanai oleh Kemenristek/Brin kepada para dosen yang lolos seleksi proposal SIMLITBMAS tiap tahunnya.

“Kegiatan penyuluhan ini kita ambil tema “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga ( TOGA) sebagai biopestisida nabati untuk pengendalian hama rayap pada pembibitan cengkeh dan pala yang dikelola oleh kelompok tani Spirit di Desa Liliboi Kabupaten Malteng,” ujar Latumahina.

Dijelaskan, kegiatan penyuluhan yang digelar ini bertujuan untuk penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang perlindungan tanaman bagi para petani hutan, sehingga mereka dibekali dengan teori-teori terkait pengenalan hama yang menyerang pala dan cengkeh hingga bagaimana mengendalikannya.

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Maluku Turun

“Kegiatan penyuluhan akan dilanjutkan dengan pemberiaan praktek tentang bagaimana membuat pestisida nabati dari tanaman sirsak, sereh dan daun pepaya untuk pengendalian rayap pada bulan Agustus mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh 12 anggota kelompok, penyuluh pertanian. Sementara tiga dosen pada Fakultas Pertanian Unpatti Ambon masing-masing Fransina Latumahina, Marthina Tjoa dan Jhon Patty dihadirkan sebagai narasumber. (Mg-5)