AMBON, Siwalimanews – Pemprov Maluku ternyata selama ini tak pernah hadir untuk para nelayan di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Pasalnya, selama ini para nelayan di negeri ini mengalami kekurangan alat tangkap, namun baik Pemkab Malteng maupun Pemprov Maluku tak pernah mendengar jeritan para nelayan ini, apalagi ditengah pandemi Covid-19.

Hal ini terungkap dalam dialog antara Presiden Joko Widodo dengan para nelayan di Negeri Hitu, yang berlangsung di areal Pelabuhan Hitu, Kamis (25/3).

Pada kesmepatan itu Presiden meminta para nelayan untuk menyampaikan keluhan mereka terkait dengan aktivitas mereka sehari-hari.

”Di pagi hari ini, saya ingin dengarkan urusan yang berkaitan dengan perikanan nelayan disaat pandemi ini, apakah ada pengaruhnya atau tidak dan ada kesulitan-kesulitan apa. Silahkan kalau ada yang mau sampaikan. Kalau nggak ada, berarti tidak ada masalah,” ucap Presiden saat bertatap muka dengan para nelayan, kutib channel youtube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Bahas PI 10 Persen, DPRD Minta Gubernur dan Bupati KKT Duduk Bersama

Yusuf, perwakilan nelayan Hitu pada kesempatan itu mengatakan, selama ini, masyarakat nelayan mengalami kekurangan alat tangkap berupa rompon.

”Terima kasih bapak Presiden telah datang kunjungi kami. Yang ingin kami sampaikan di masa pandemi ini, tidak ada masalah dalam mata pencaharian. Pencaharian kami sudah mantap, tapi masyarakat disini alami kekurangan alat tangkap rompon/bagan yang masih kurang,” ungkapnya.

Presiden kemudian menanyakan satu rompon dipakai untuk berapa nelayan dan dijawab Yusuf bahwa, biasanya, satu nelayan satu rompon, dan satu rompon itu diperkirahkan membutuhkan biaya Rp 7-8 juta.

Menanggapi itu, Presiden kemudian memenuhi permintaan para nelayan dengan membelikan rompon bagi mereka.

”Jadi saya titip yang mau dibeli rompon segera esok dibeli, pedagang juga, nanti esok dicek yah sudah dibelikan belum,” ucap Presiden sambil memberikan bantuan kepada nelayan.

Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan kepada masyarakat nelayan agar bantuan yang diberikannya kiranya dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

”Jangan dibelikan handphone. Awas ya kalau ada yang beli hanphone dari sini (bantuan), ta ikuti. Saya rasa itu aja, selamat bekerja, semuanya ngak ada yang covidkan, sehat-sehat aja, saya tutup ya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelum berdialog dengan masyarakat nelayan, Presiden didampingi Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terlebih dalulu melihat proses vaksinasi di rumah Raja Negeri Hitu.

Turut mendampingi, Gubernur Maluku Murad Ismail dan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua dan para pejabat Istana Kepresidenan yang ikut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Maluku.

Sebelum menginjungi masyarakat Hitu Lama, Presiden dan rombongan terlebih dahulu meninjau proses vaksinasi di halaman Kantor Pelindo IV dan meninjau Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Presiden juga mendengarkan penjelasan dari pihak Pelindo IV terkait dengan kapasitas pelabuhan yang dimiliki saat ini.

Dirinya juga berdialog dengan pelaku usaha di bidang perikanan. Dari Pelabuhan Yos Sudarso, rombongan menuju ke RSUP dr. Johanes Leimena. Disini Presiden terlebih dahulu melihat langsung proses vaksinasi kepada warga Kota Ambon.

Presiden juga menandatangani prasasti sebagai bentuk peresmian RUSP yang ada di kawasan Timur Indonesia. Dari situ, rombongan kemudian bertolak ke Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.(S-39)