BULA, Siwalimanews – Lima warganya terserang wabah DBD, dinas kesehatan menghimbau kepada warga menjaga kebersihan lingkungan.

Kasus DBD pertama kali ditemu­kan di tahun 2017 lalu dan berlanjut di tahun-tahun berikutnya hingga saat ini ada 5 warga yang menjalani perawatan di RSUD Bula.

Kepala Sub Koordinasi P2M Dinas Kesehatan SBT, La Ludin mengaku awalnya 2017 pihaknya menemukan 1 kasus. Di tahun 2018 ditemukan 2 kasus,

“Kami telusuri lagi berasal dari luar Kota Bula sehingga berlanjut sampai sekarang. Memang puncak kasus DBD adalah berada di akhir tahun 2023 akan berlanjut di awal tahun 2024 ini,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, (4/3).

Ia mengaku, setelah menganalisa, riwayat penyakit DBD di tubuh pasien berasal dari luar SBT.

Baca Juga: Dewan Minta Daerah 3T Jadi Prioritas Elektrifikasi PLN

“Dimana penduduknya datang di sini mungkin dia sudah terjangkit di wilayah-wilayah yang memang endemis DBD,” terangnya.

Untuk itu ia meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu pihaknya juga telah melakukan fogging atau pengasapan.

“Ini sebenarnya pilihan terakhir  yang memang sudah pemberantasan saran nyamuk itu tidak jalan fogging,” ungkapnya.

Ia juga  berharap masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan menguras bak mandi.

“Paling tidak satu bulan di lakukan dua kali kebersihan kemudian kaleng- kaleng bekas dibersihkan dan diamankan dan air tergenang tadi dibersihkan,” tandasnya. (S-27)