AMBON, Siwalimanews – Penyebab tengelamnya KM Tanimbar Bahari di perairan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih meninggalkan misteri.

Hal tersebut dikarenakan belum dilakukannya pemeriksaan kepada nahkoda maupun ABK kapal naas tersebut yang dinyatakan selamat dalam insiden itu belum diperiksa.

“Alasan belum dilakukan pemeriksaan, lantaran nahkoda dan ABK masih dalam masa pemulihan pasca kejadian,” ungkap Kapolres KKT AKBP Romy Agusriansyah saat di konfirmasi Siwalimanews, Jumat (7/1) malam.

Kapolres mengaku, pasca kejadian nahkoda dan ABK kini sementara ditampung untuk masa pemulihan. Namun Kapolres memastikan akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan ABK, untuk memastikan penyebab pasti karamnya kapal naas itu.

“Nahkoda dan ABK sementara masih ditampung pemilik kapal di Hotel Galaxy, Polres Kepulauan Tanimbar memastikan akan melakukan pemeriksaan, guna mengetahui penyebab kejadian, untuk waktunya kita masih tunggu perkembangan kondisi dari para ABK,” jelas Kapolres.

Baca Juga: Desember Maluku Alami Inflasi 0,82 Persen

Untuk diketahui KM Tanimbar Bahari yang merupakan kapal pengangkut barang berangkat dari Pelabuhan Kalimas Surabaya dengan tujuan Kota Saumlaki.

Dalam perjalanan kapal sempat tiba di Pelabuhan Reo – Manggarai untuk pengurusan dokumen, namun usai pengurusan, kapal tidak langsung berangkat dikarenakan cuaca buruk.

Kapal baru berangkat dari pelabuhan Reo menuju Saumlaki  pada 31 Desember 2021 dan tiba di Saumlaki pada 4 Januari. Kapal yang berada ditengah laut diizinkan oleh Syahbandar melaksanakan olah gerak untuk tender di dermaga umum Saumlaki.

Namun saat bergerak kapal diterpa cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang yang membuat kapal oleng, sehingga seluruh ABK kapal menyelamatkan diri dengan cara lompat ke laut dan tak lama kemudian kapal tersebut akhirnya terbalik dan karam. (S-45)