AMBON, Siwalimanews – Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku menggelar Pendidikan dan Latihan bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Senin (22/2).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Diklat Agama Waiheru ini, diikuti 60 guru SD dibawa Kanwil Kemenag) ini akan dilatih terkait dengan kurikulum dan silabus serta teknis pelayanan publik yang terbagi dalam tiga kelompok yakni dasar, inti dan penunjang.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kasrul Selang saat membuka kegiatan itu mengatakan, pengembangan kompetensi yang dilakukan secara tepat, akan menghasilkan SDM aparatur sipil negara yang berkualitas.

”Pengembangan kompetensi ASN pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan agar memenuhi kualitas yang dipersyaratkan sehingga, dapat memberi kontribusi optimal bagi organisasi. Salah satunya yang sering dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan,” ujar gubenrur.

Pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan melalui off the job and on the job training. Oleh sebab itu pelaksanaan pelatihan guru pendidikan agama Islam SD dan pelatihan pelayanan publik, merupakan sebuah langkah yang tepat dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru, sekaligus upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkup Kemenag Maluku.

Baca Juga: Awal Maret, Masyarakat Bisa Vaksinasi Mandiri

Setidaknya ada tiga hal yang mendasari perlu adanya pengembangan SDM ASN, yakni tuntutan perubahan dan kebutuhan reformasi birokrasi, transformasi dan SDM yang berkompeten. Ini sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang ASN.

”Kalian harus memiliki kompetensi teknis, kompetensi managerial dan kompetensi sosial kultural,” jelas gubenrur.

Gubernur berharap, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong percepatan terwujudnya tujuan penyelenggaraan pendidikan agama Islam, yaitu menumbuhkan pengetahuan, penghayatan serta pengamalan peserta didik tentang Islam. (S-39)