AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Muhamat Marasabessy, menambah panjang daftar warga Maluku yang positif terpapar Covid-19.

Saat ini, Mat, begitu dia akrab disapa, sudah men­jalani karantina di Balai Diklat BPSDM, Wailela, Ambon.

Mat terkonfirmasi posi­tif berdasarkan  hasil uji sampel swab yang dike­luarkan Balai Teknik Ke­sehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Ambon, Rabu (27/8).

“Jadi hasil PCR sudah kita terima dari BTKL-PP Ambon hari ini, pak Mat dinyatakan positif Covid-19,” kata Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy saat dikonfirmasi Siwa­lima melalui telepon selulernya.

Kendati terpapar Covid-19, namun menurut Lohy, kondisi Mat sangat baik, sehingga dievakuasi ke Balai Diklat.  “Beliau kondisinya baik sehingga kita evakuasi ke Balai Diklat BPSDM,” ujarnya.

Ditanya kapan Mat diambil sampel swab untuk diperiksa di BTKL-PP, Lohy mengaku tidak tahu. “Kalau itu saya tidak tahu kapan, kita baru tahu hari ini setelah hasil swabnya beliau tiba,” tandasnya.

Lohy mengatakan, tracking segera dilakukan oleh Gugus Tugas Kota Ambon untuk melacak jejak Mat. “Tracking segera mereka lakukan untuk melacak pergerakan pasien,” jelasnya.

Mat yang dihubungi tadi malam melalui ponselnya juga membenarkan, kalau dirinya positif  Covid-19.

“Benar saya positif Covid-19,” ujarnya.

Ditanya sejak kapan sampel swabnya diambil, Mat menolak berkomentar. Ia meminta untuk menghubungi gugus tugas.

“Kalau itu langsung ke gugus tugas jua, seng enak beta yang bicara, jangan marah beta belum bisa kasih keterangan panjang, langsung ke gugus jua, makasih,” ujarnya lagi.

Sementara salah satu staf di Dinas PU Maluku mengaku, sejak beberapa waktu lalu bosnya itu tidak masuk kantor. “Bapak tidak enak badan,” katanya.

Namun ia mengaku tidak tahu, kalau mantan Kepala Balai Sungai Maluku itu terkena Virus Corona. “Yang saya tahu bapak tidak enak badan, jadi tidak masuk kantor,” ujarnya.

Mat tak hanya tidak masuk kantor, namun saat sholat Idul Fitri di kediaman gubernur, ia juga tak hadir. Padahal banyak pejabat eselon II hadir saat itu. “Kalau pak Mat, iya memang tidak datang,” ujar salah satu pejabat di kantor gubernur.

Begitupun saat Hari Raya Lebaran kedua, Mat juga tak muncul di kediaman gubernur.

“Pak Mat juga tidak kelihatan di kediaman pak gub,” ujarnya lagi.

Kondisi Mat yang terpapar Covid-19 selama ini ditutup rapat. Nyaris tak ada satupun pegawai di Dinas PU Maluku yang tahu.

Informasi kalau Mat terkena virus mematikan itu dan telah dievakuasi ke Balai Diklat baru beredar di kalangan pegawai Dinas PU tadi malam.  “Kami kaget,  ini baru saja kami tahu, kalau pak Mat kena,” ujar salah satu pegawai yang meminta namanya tak dikorankan.

Menurutnya, para pegawai selama ini tidak tahu kalau bos mereka terkena Covid-19. “Ini baru saja dapat info. Semoga beliau cepat sembuh,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Mat, Sherly Kailola yang dihubungi beberapa kali, namun enggan mengangkat telepon selulernya.  Pesan whatsapp yang dikirim juga tidak direspons.

Tambah 18 Kasus

Jumlah kasus positif Virus Corona di Maluku terus meroket.

Sampai dengan Rabu 27 Mei 2020 pukul 12.00 WIT bertambah lagi 18 kasus, sehingga jumlah kasus positif saat ini di Maluku sebanyak 188,  dari sebelumnya 170 kasus.

“Hari ini bertambah 18 kasus baru di Maluku namun untuk identitas dan penomoran akan disampaikan besok,” kata Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (27/5).

Lohy mengatakan, penomoran dan identitas pasien belum bisa diungkap, karena BTKL-PP hanya memberikan jumlah kasus kepada gugus tugas. “Nanti besok baru kita jelaskan, karena belum diberikan dari BTKL-PP,” ujarnya.

Lohy menambahkan, ada lagi 7 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga jumlah pasien yang sembuh menjadi 34 orang. Semen­tara yang meninggal 8 orang, dan dalam perawatan 146 orang.

ODP Meningkat

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Maluku meningkat, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tetap. “Sampai dengan Rabu 27 Mei 2020 pukul 12.00 WIT jumlah ODP di Maluku sebanyak 63 orang,” terang Lohy.

Lohy merincikan jumlah ODP di Kota Ambon sebanyak 53 orang, satu orang dari Kabupaten SBT, dan Kabupaten Malteng 9 orang.

Sedangkan jumlah PDP di Maluku tidak berubah. Masing-masing Kota Ambon 17 orang, Kabupaten Malteng 4 orang, Kabupaten Buru Selatan 1 orang. (S-39)